Keluarga Korban di Kwamki Narama Tunda Pemakaman, Pilih Bakar Jenazah

Endy Langobelen

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga dan kerabat korban pembunuhan berkumpul di Lapangan Pasar Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Rabu (1/4/2026). (Foto: Istimewa/Febri)

Keluarga dan kerabat korban pembunuhan berkumpul di Lapangan Pasar Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Rabu (1/4/2026). (Foto: Istimewa/Febri)

MIMIKA – Ketegangan menyelimuti Lapangan Pasar Kwamki Narama setelah keluarga korban pembunuhan memutuskan menunda proses pemakaman dan berencana melakukan pembakaran jenazah.

Keputusan tersebut dipicu oleh kekecewaan mendalam yang masih membara di kalangan kerabat korban.

Sejak pagi, massa keluarga dan kerabat telah berkumpul di lokasi. Rencana awal untuk memakamkan korban di kawasan Jalan WR Soepratman berubah setelah kedatangan keluarga dari Kimbely, Tembagapura, yang membawa dinamika baru dalam pengambilan keputusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awen Magai selaku kerabat korban mengaku telah berupaya meredam situasi dan mendorong penyelesaian melalui jalur hukum. Namun, tekanan dari keluarga korban membuat situasi sulit dikendalikan.

“Saya sudah berusaha mendamaikan dan meminta pelaku ditangkap. Tapi ada kekecewaan dari keluarga. Mereka minta satu kali aksi sebagai pelampiasan,” ujar Awen di Kwamki Narama, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga :  Diduga Terlibat Kasus Penikaman di Timika, Seorang Pria Diserahkan ke Polisi

Menurutnya, emosi keluarga yang masih tinggi menjadi alasan utama perubahan rencana tersebut. Ia menyebut, keluarga meminta waktu satu hari untuk meluapkan duka dan amarah mereka.

“Dari awal saya sudah menenangkan keluarga. Ini masalah baru, emosi sudah tinggi. Saya hanya minta satu hari saja, walaupun sebenarnya saya tidak menginginkan. Banyak tekanan ke saya karena situasi sudah sangat panas,” katanya.

Awen menegaskan bahwa permintaan keluarga hanya sebatas aksi simbolik, yakni melepaskan busur. Bahkan, ia siap bertanggung jawab jika situasi berkembang di luar kendali.

“Kalau sampai ada korban di luar itu, saya siap bertanggung jawab, bahkan dipenjara,” tegasnya.

Sementara itu, Plh. Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, menjelaskan bahwa awalnya pemakaman telah direncanakan berlangsung hari ini.

Baca Juga :  Kontak Tembak di Intan Jaya, TNI dan Masyarakat Jadi Korban

Namun, keputusan tersebut berubah setelah adanya perbedaan pandangan di internal keluarga.

“Memang sempat terjadi pro dan kontra. Sebagian keluarga menginginkan jenazah dibakar karena dianggap sebagai korban perang dari konflik yang terjadi sebelumnya,” jelas Adnan.

Pihak kepolisian sendiri telah berupaya mencegah rencana pembakaran tersebut, mengingat potensi konflik lanjutan yang kerap terjadi dalam situasi serupa.

Aparat juga mengarahkan agar pelaksanaan ditunda hingga pagi hari guna menjaga stabilitas keamanan.

“Kami sudah berupaya maksimal agar pembakaran tidak dilakukan dan tetap kembali ke rencana awal, yaitu pemakaman. Karena pengalaman yang ada, pembakaran jenazah sering memicu konflik lanjutan,” ujarnya.

Hingga kini, aparat keamanan masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Kos di Jalan Perintis Digerebek, Wanita Paruh Baya Ditangkap Bersama 36 Paket Sabu
Mediasi dengan Keluarga Korban, TNI Ungkap Kronologi Penembakan di Tembagapura
Operasi di Jayawijaya, Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi Diduga Milik OPM
Polres Mimika Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar
Sat Resnarkoba Polres Mimika Bongkar Pabrik Miras, Pelaku Raib di Balik Sungai
Kasus Begal Sadis di Bougenville Mimika Masuk Tahap II, Dua Tersangka Segera Disidangkan
Tiga Pria Diburu Polisi Usai Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika
Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:15 WIT

Rumah Kos di Jalan Perintis Digerebek, Wanita Paruh Baya Ditangkap Bersama 36 Paket Sabu

Senin, 11 Mei 2026 - 22:30 WIT

Mediasi dengan Keluarga Korban, TNI Ungkap Kronologi Penembakan di Tembagapura

Senin, 11 Mei 2026 - 19:23 WIT

Operasi di Jayawijaya, Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi Diduga Milik OPM

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Polres Mimika Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:01 WIT

Sat Resnarkoba Polres Mimika Bongkar Pabrik Miras, Pelaku Raib di Balik Sungai

Berita Terbaru

FGD - Peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura di tengah tingginya angka kasus dan masih kuatnya stigma terhadap pasien. Galeripapua/Ikbal Asra

Pemerintahan

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Kesehatan - Peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta, pengurangan stigma terhadap pasien, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di Kota Jayapura. Galeripapua/ Ikbal Asra

Kesehatan

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT