TPNPB Bertanggung Jawab atas Serangan di Intan Jaya, Klaim 2 Aparat Tertembak

Endy Langobelen

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aksi penyerangan oleh KKB atau TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

i

Ilustrasi aksi penyerangan oleh KKB atau TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

INTAN JAYA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya mengklaim bertanggung jawab atas serangan bersenjata terhadap aparat militer Indonesia di Bandara Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Rabu siang, 23 Juli 2025.

Serangan itu berlangsung lebih dari dua jam dan diklaim telah menyebabkan dua personel militer terluka akibat tembakan.

Keterangan ini disampaikan secara resmi oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui siaran pers pada Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam rilis tersebut, TPNPB menyatakan penyerangan dipimpin langsung oleh Panglima Kodap VIII Intan Jaya, Kolonel Apeni Kobogau, bersama Mayor Abertinus Kobogau dari Batalion Angin Bula.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Kolonel Apeni Kobogau pada hari Kamis, 25 Juli 2025 dari medan perang di Intan Jaya bahwa kami bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di Bandar Udara Bilogai pada hari Rabu, 23 Juli 2025 sekitar jam 11.50 yang mengakibatkan terjadi luka tembak terhadap dua aparat militer Indonesia,” tulis juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam pernyataan tertulis.

Apeni menyebut baku tembak berlangsung selama lebih dari dua jam. TPNPB mengklaim tidak mengalami korban jiwa dalam insiden tersebut.

Serangan itu disebut sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan militer dan eksploitasi tambang emas di Blok B Wabu.

Baca Juga :  Pembakaran Sekolah dan Rentetan Tembakan KKB Warnai Bentrok di Puncak

Selain mengonfirmasi aksi bersenjata, TPNPB juga menyampaikan delapan poin sikap politik. Dalam salah satu pernyataannya, kelompok ini mengancam akan menembak pesawat sipil jika militer Indonesia terus menggunakan jalur udara tersebut untuk mengirim pasukan ke wilayah yang mereka sebut sebagai “zona perang”.

“TPNPB Kodap VIII Intan Jaya siap perang melawan ribuan personel militer Indonesia yang dikirim oleh Prabowo Subianto demi menyukseskan eksploitasi emas di Blok B Wabu,” demikian salah satu kutipan pernyataan mereka.

Kelompok ini juga mengancam akan mengeksekusi para pejabat lokal yang mereka anggap mendukung kepentingan pemerintah pusat dan investasi.

Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni, secara khusus mendapat peringatan keras agar menghentikan pembangunan jalan yang disebut akan dimanfaatkan militer untuk operasi.

“Seluruh anggota DPR dan Bupati Intan Jaya dengan tegas segera berhenti menjadi budak dan boneka Jakarta lalu membantu aparat militer Indonesia untuk membunuh warga sipil di Intan Jaya,” tulis pernyataan itu.

TPNPB juga menyebut telah mengantongi nama-nama aparat intelejen dan anggota bantuan polisi yang dianggap terlibat dalam operasi militer terhadap warga sipil.

Mereka juga membantah tuduhan bahwa Oner Mirip, korban penembakan beberapa waktu lalu, adalah bagian dari kelompok mereka.

“Oner Mirip bukan anggota kami melainkan warga sipil biasa yang ditembak mati oleh Militer Teroris Indonesia lalu menuduhnya sebagai anggota TPNPB.”

Baca Juga :  Danramil 1703-04/Aradide Tewas Diserang TPNPB-OPM

Di akhir pernyataannya, TPNPB Kodap VIII Intan Jaya menyerukan kepada masyarakat suku Moni Migani untuk bersatu mendukung perjuangan kemerdekaan Papua.

Di sisi lain, Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyatakan tidak ada korban dari pihak aparat maupun kerusakan material akibat serangan tersebut.

Dijelaskan bahwa sekitar pukul 11.32 WIT, suara tembakan datang dari arah terminal lama bandara yang sudah tak lagi difungsikan.

Saat itu, aparat gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz, Polres Intan Jaya, dan Kopasgat TNI tengah melakukan penjagaan di sekitar area bandara.

Tembakan dibalas. Aparat mengejar dua pelaku. Namun keduanya berhasil kabur ke arah Kali Wabu dan masuk ke hutan. Informasi dari lapangan menyebut, keduanya membawa senjata api jenis pistol.

“Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun kami tetap waspada dan melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga keamanan,” ujar Faizal Ramadhani, dalam siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Kamis (24/7/2025).

Aparat kini meningkatkan pengamanan di lokasi strategis, termasuk kawasan bandara, pemukiman warga, dan jalur distribusi logistik.

“Kepada masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, kami mengimbau agar tetap waspada dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada aparat keamanan, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan damai,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah
Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol
Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap
Yahukimo Memanas, Kontak Senjata Berujung Korban Jiwa
LBH Papua Pos Sorong Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Penyiksaan Warga oleh Oknum Polisi
Kejari Mimika Pulihkan Hak Korban Pencurian, Sepeda Motor Dikembalikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:01 WIT

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:54 WIT

Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:12 WIT

Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:08 WIT

Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:59 WIT

Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT