MIMIKA — Sebanyak 80 aparat gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk mengantisipasi potensi mobilisasi massa dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Selasa (2/9/2025).
Pengamanan dimulai dengan apel gabungan di halaman kantor DPRK Mimika, dipimpin Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut Yudha Pratama.
Dari total 80 personel, 52 di antaranya berasal dari Polri dan 28 lainnya dari TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi terbagi menjadi 10 orang gabungan dari TNI Polri (yang melakukan pengamanan di bagian depan dan gerbang masuk keluar kantor DPRK, red), sisanya nanti kita melakukan penjagaan di ruangan RDP,” jelas AKP Putut.
Ia menyebutkan, meski peserta RDP dari OKP diperkirakan hanya berjumlah 20 orang, aparat tetap menyiapkan langkah pengamanan apabila terjadi pengerahan massa tambahan.
Kapolsek menegaskan pola pengamanan dilakukan secara persuasif.
“Kita lakukan secara humanis dan secara baik kepada masyarakat yang datang. Kalau masyarakat yang datang ke kantor DPR secara baik kita pun akan laksanakan pengamanan secara baik,” ujarnya.










