NDUGA — Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Edison Gwijangge yang ia sebut sebagai “pengkhianat bangsa Papua.”
Pernyataan itu disampaikan lewat video yang dikeluarkan Menajemen Markas Pusat TPNPB, menanggapi video Edison yang beredar di media sosial pada 17 Juni 2025.
Dalam pernyataannya, Sebby menyebut Edison sebagai sosok yang tidak mewakili perjuangan rakyat Papua dan bahkan mendukung program genosida terhadap orang asli Papua.
“Pernyataan dia itu adalah pernyataan penjahat. Dia bukan pejuang Papua merdeka, dia adalah pengkhianat, tidak jauh beda dengan binatang,” ujar Sebby dengan nada keras.
Tegaskan Klaim Terkait Pembebasan Pilot
Sebby turut menanggapi klaim Edison bahwa pembebasan pilot Susi Air oleh Egianus Kogoya dilakukan murni demi kemanusiaan.
Ia membantah hal tersebut dan mengklaim bahwa keputusan itu diambil berdasarkan strategi yang disusun oleh TPNPB agar mendapatkan “kredit poin” di mata internasional, bukan untuk memberi keuntungan diplomatik kepada Indonesia.
“Tidak ada itu demi kemanusiaan seperti yang dia bilang. Semua sudah kami diskusikan lewat video call dengan Egianus, termasuk tanggal 24 dan 26. Ada proposal dan pertimbangan keuntungan. Itu strategi, bukan belas kasihan,” terang Sebby.
Serangan Pribadi dan Ancaman Terbuka
Pernyataan Sebby juga dipenuhi kecaman dan serangan langsung terhadap Edison, yang ia tuding telah menerima jabatan dari pemerintah Indonesia pasca pembebasan pilot. Ia bahkan melontarkan kutukan keras.
“Kami kutuk Anda supaya meninggal cepat. Roh leluhur kami akan ambil nyawamu,” kata Sebby.
Tak hanya itu, Sebby juga mengklaim bahwa Edison telah masuk daftar buronan bangsa Papua dan menegaskan bahwa semua pengkhianat akan dikejar, bahkan jika kemerdekaan Papua telah tercapai.
“DPO kami itu DPO bangsa Papua. Merdeka pun kami akan cari dan tangkap pengkhianat. Bukan cuma orang Nduga yang kejar kamu,” ancamnya.
Tegaskan Komitmen TPNPB
Sebby menggarisbawahi bahwa perjuangan TPNPB tidak terbatas pada wilayah atau suku tertentu, melainkan untuk seluruh bangsa Papua yang terdiri dari lebih dari 270 suku.
Ia juga menolak anggapan bahwa dirinya tinggal di luar negeri, dan menyatakan bahwa ia masih berada di tanah Papua.
“Papua itu satu pulau. Kami ini masih di tanah leluhur kami. Kami berjuang dari bumi ini, bukan dari luar negeri seperti yang dituduhkan Edison,” ujarnya.










