HIV-AIDS di Mimika Meningkat pada 2025, Dinkes Tekankan Kepatuhan Pengobatan

Ahmad

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peningkatan kasus HIV-AIDS di Mimika pada tahun 2025. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

Ilustrasi peningkatan kasus HIV-AIDS di Mimika pada tahun 2025. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

MIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 489 kasus HIV-AIDS ditemukan sepanjang tahun 2025. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 451 kasus.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah warga yang menjalani pemeriksaan HIV-AIDS.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2025 sekitar 58.220 orang di Mimika telah melakukan tes HIV-AIDS, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun 2024 pasien kita 451 orang. Sementara di tahun 2025, pasien kita 489 orang. Naik karena memang jumlah tesnya juga naik,” ujar Kamaludin saat ditemui, Senin (19/1/2026).

Baca Juga :  Wabah ASF Merajalela di Mimika, Jumlah Babi Mati Capai 245 Ekor

Secara epidemiologis, Kamaludin menegaskan bahwa penularan HIV-AIDS di Kabupaten Mimika masih tergolong terkendali, meskipun prevalensinya relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Papua, seperti Nabire, Merauke, dan Jayapura.

Dalam menekan angka penularan, Dinas Kesehatan Mimika terus mengintensifkan berbagai upaya pencegahan, mulai dari promosi kesehatan, kampanye penggunaan kondom, hingga pelaksanaan program Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) bagi kelompok berisiko.

Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi juga diberikan kepada pelajar melalui sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Meski demikian, Kamaludin menekankan bahwa pengendalian HIV-AIDS pada akhirnya sangat bergantung pada perilaku individu, mengingat faktor seksual masih menjadi penyebab utama penularan.

Baca Juga :  Kelanjutan Operasional Pusling Jalur Udara Masih Menunggu Hasil Investigasi

Pemeriksaan HIV-AIDS di Mimika juga menyasar berbagai kelompok, termasuk masyarakat umum, kelompok berisiko tinggi, pasien Tuberkulosis (TBC), serta populasi kunci seperti pekerja seks.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pasien TBC wajib menjalani tes HIV-AIDS karena kedua penyakit tersebut memiliki keterkaitan erat sebagai penyakit komorbid.

Sementara itu, penderita HIV-AIDS yang tidak rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) sangat rentan terinfeksi TBC dan berisiko mengalami kematian.

“Pasien-pasien HIV-AIDS ini kalau dia tidak minum obat, dia rentan sekali terkena infeksi TBC. Hampir bisa dipastikan dia akan kena TBC dan TBC lah yang akan membunuhnya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital
Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:32 WIT

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:35 WIT

Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:59 WIT

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Berita Terbaru