MIMIKA – Warga di Jalan Cenderawasih, SP 2, Jalur 2, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang pria tanpa identitas yang tergeletak bersimbah darah, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Korban ditemukan tak bernyawa dengan luka lecet serius di bagian kepala sebelah kiri. Tim Inafis Polres Mimika yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika Kompol Jaihot Limbong segera mengamankan lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti.
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi bahwa penyidik telah meminta keterangan dari tiga orang saksi guna mengusut penyebab pasti kematian korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan saksi pertama berinisial DN, penemuan terjadi sekitar pukul 04.30 WIT saat saksi melintas di lokasi sepulang dari sebuah acara.
“Pada saat itu, teman-teman korban yang sebelumnya sedang minum bersama sudah tidak berada di lokasi. Setelah melihat kondisi korban, saksi kemudian menutup tubuh korban menggunakan dedaunan,” ungkap Amir mengutip keterangan saksi pertama.
“Sebelumnya, saksi sempat melihat korban sedang minum bersama sekitar empat orang temannya, namun saksi tidK mengenal identitas teman-teman korban,” ungkapnya.
Rangkaian kesaksian mengindikasikan korban telah mengonsumsi minuman beralkohol bersama rekan-rekannya sejak Jumat (11/9/2026) siang hingga Sabtu dini hari.
Saksi kedua berinisial VN menuturkan bahwa korban dan sekitar lima rekannya sempat pesta minuman keras di gazebo depan rumah saksi.
“Saksi II sempat keluar rumah sekitar pukul 02.00 WIT dan melihat korban bersama teman-temannya masih melanjutkan kegiatan minum tersebut. Setelah itu, saksi kembali masuk ke dalam rumah. Kemudian, sekitar pukul. 03.40 WIT, saksi mendengar suara keributan yang berasal dari arah depan rumahnya,” jelas Amir.
Keterangan senada disampaikan saksi ketiga berinisial G. Saksi mengaku melihat korban bersama tiga rekannya mengonsumsi minuman beralkohol di gazebo sejak pukul 13.00 WIT hingga sore hari usai saksi pulang sekolah.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa satu batang besi yang dibentuk menyerupai linggis, sebilah pisau, kaleng bir, dan kemasan botol air mineral.
Aksi pemalangan jalan sempat dilakukan oleh keluarga dan kerabat korban sebagai bentuk reaksi atas insiden tersebut.
Namun, blokade berhasil dibuka setelah kepolisian melakukan pendekatan dan negosiasi persuasif.
Jenazah korban kini telah dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Kabupaten Mimika untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.










