MIMIKA – Arus lalu lintas di Jalan Budi Utomo, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, lumpuh total pada Minggu (16/8/2026) siang.
Penutupan akses jalan utama—mulai dari perempatan SMP Negeri 2 hingga perempatan Jalan Kartini—ini merupakan bentuk protes warga atas insiden pembunuhan yang terjadi pada pagi harinya.
Aksi pemalangan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIT tersebut diwarnai dengan pembakaran ban dan kayu di tengah jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asap hitam tebal tampak membumbung tinggi, menghentikan seluruh pergerakan kendaraan yang hendak melintas.
Di sekitar lokasi, kerumunan warga dan kerabat korban tampak berkumpul di depan sebuah ruko yang menjadi sekretariat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika.
Mereka menuntut aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku pembunuhan yang terjadi di kawasan Kilometer 10.
“Katanya karena pembunuhan tadi pagi di Kilo 10 tadi pagi,” ujar seorang warga lokal yang tak ingin disebutkan namanya saat ditemui di lokasi kejadian.
Personel kepolisian setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan ketat.
Polisi terus berupaya membuka ruang negosiasi dan berkoordinasi dengan perwakilan massa agar aksi pemblokiran dapat diselesaikan secara damai dan situasi keamanan tetap terkendali.








