MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mencatat 116.606 kasus positif malaria dari 998.836 orang yang menjalani pemeriksaan sepanjang Januari hingga 14 September 2026.
Data tersebut menunjukkan tingginya penularan malaria di Mimika, meski pemeriksaan terus digencarkan sebagai bagian dari upaya menuju eliminasi malaria.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Malaria Center Mimika, Imelda Ohoiledjaan, mengatakan jumlah pemeriksaan yang tercatat dalam aplikasi Elektronik Sistem Informasi Surveilans Malaria (e-SISMAL) hampir mencapai satu juta orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat yakin sekali saat ini mungkin sudah sampai satu juta testing, mungkin karena kesibukan teman-teman sehingga belum diinput ke aplikasi Elektronik Sistem Informasi Surveilans Malaria (e-SISMAL). Saya optimistis di akhir tahun kami bisa mendapatkan lebih dari satu juta testing,” ujarnya di Timika, Senin (14/9/2026).
Dari sebaran kasus, Kelurahan Pasar Sentral Timika di Distrik Mimika Baru menjadi wilayah dengan temuan malaria tertinggi, yakni 12.025 kasus positif.
Posisi berikutnya ditempati Kelurahan Wania, Distrik Wania, dengan 11.922 kasus positif malaria.
Sementara itu, temuan terendah tercatat di Kampung Ayuka dengan 416 kasus.
“Paling rendah di Kampung Ayuka 416 kasus. Kampung Ayuka itu secara administrasi berada di Distrik Mimika Timur Jauh, tetapi letak kampungnya lebih dekat dengan Distrik Mimika Timur yang masih ada di wilayah pinggiran Kota Timika,” ujarnya.
Target Dua Juta Pemeriksaan
Besarnya jumlah kasus tersebut menjadi tantangan bagi Mimika dalam mengejar target pemeriksaan malaria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Melalui peta jalan eliminasi malaria, pemerintah pusat menargetkan Mimika melakukan 2.075.723 pemeriksaan malaria hingga 2028.
Pemerintah Kabupaten Mimika sendiri menargetkan eliminasi malaria dapat dicapai pada 2030.
Imelda menjelaskan target pemeriksaan yang besar itu berkaitan dengan estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai jumlah kasus malaria di Mimika.
“Mimika diberikan target dua juta testing karena berdasarkan estimasi dari Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) masih ada 200 ribu kasus malaria di Mimika. Dengan dua juta testing maka kita akan dapat 200 ribu kasus. Pada 2025, ada 1,3 juta testing dan ditemukan 190 ribu kasus positif malaria. Bayangkan kalau dua juta testing bisa jadi estimasi WHO benar 200 ribu kasus positif,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan eliminasi malaria tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat diperlukan, terutama dalam mendukung pemeriksaan dan berbagai program pengendalian malaria di lingkungan masing-masing.
Ia mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap program eliminasi malaria yang dijalankan pemerintah di wilayah tempat tinggal mereka.











