AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Ikbal Asra

Kamis, 1 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalis Wahana News, Endi Mambrasar (tengah), bersama rekannya melaporkan dugaan intimidasi oleh Kepala Satpol PP Raja Ampat ke Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Rabu, 30 September 2026. Dok. Pribadi.

Jurnalis Wahana News, Endi Mambrasar (tengah), bersama rekannya melaporkan dugaan intimidasi oleh Kepala Satpol PP Raja Ampat ke Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Rabu, 30 September 2026. Dok. Pribadi.

JAYAPURA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Gidion Omkarsba, diduga memaki dan mengintimidasi jurnalis Wahana News, Endi Mambrasar, lewat telepon pada Selasa, 29 September 2026. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura mengecam peristiwa itu dan meminta polisi mengusutnya.

Menurut Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, peristiwa bermula pukul 13.58 WIT. Sebuah nomor WhatsApp menelepon Endi sekitar empat kali, tetapi tak terjawab karena ia sedang menerima panggilan lain. Setelah dicek, nomor itu milik Gidion.

Endi lalu menelepon balik untuk mengonfirmasi beritanya berjudul “Seperti Anak Ayam Dilepas Induknya, Jeritan 70 Satpol PP Raja Ampat yang Terlantar saat Diklat di Yogyakarta”. Berita itu, kata Endi, bersumber dari keluhan salah satu peserta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Endi menuturkan Gidion menjawab dengan nada tinggi dan mengucapkan, “A***ng kau, b*bi kau, c**i mai, kau tidak tahu saya punya dalam rumah.” Menurut AJI, kalimat terakhir merujuk pada institusi Satpol PP Raja Ampat. Endi menyesalkan kejadian itu dan sempat menyatakan akan melapor ke polisi.

“Saya sadari, tulisan terkait 70 Satpol PP Raja Ampat pelatihan di Yogyakarta itu harus ada konfirmasi. Dan sempat saya upaya mencari nomor pihak Satpol PP terkait berita,” kata Endi.

Baca Juga :  Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Endi melapor ke Kepolisian Daerah Papua Barat Daya pada Rabu, 30 September 2026. Laporan itu tercatat dengan nomor STPLP/45/IX/2026/Ditreskrimsus. Menurut AJI, tim hukum meminta polisi menindak pelaku dan pihak yang disebut provokator, serta berencana melapor ke Dewan Pers dan organisasi pers lain.

AJI Jayapura mengecam peristiwa itu dan menilainya mencederai kebebasan pers di Tanah Papua. Mereka meminta polisi memproses hukum pelaku hingga tuntas dan meminta masyarakat memahami tugas pers. AJI juga meminta jurnalis Wahana News mengedepankan konfirmasi kepada semua pihak (cover both sides).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Gidion Omkarsba, membantah berita Wahana News yang menyebut 70 peserta pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) telantar di Yogyakarta. “Saya sebagai penanggung jawab merasa itu tidak benar,” katanya kala dihubungi Galeripapua, Kamis, 1 Oktober 2026.

Gidion mengklaim dinas memberikan Rp 2,5 juta kepada setiap dari 70 peserta sebelum berangkat ke Yogyakarta. Menurut dia, makan dan minum peserta selama sekitar satu bulan di tempat pendidikan ditanggung panitia penyelenggara. Di Yogyakarta, kebutuhan makan, minum, dan transportasi diurus pihak ketiga, SMILE Group, yang bekerja sama dengan Markas Komando Brimob Gondowulung.

Baca Juga :  PGGM Mimika 2026–2031 Dilantik, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Jaga Stabilitas Daerah

Perjalanan peserta dari Raja Ampat, katanya, juga dibiayai. Rinciannya meliputi transportasi laut Waisai-Sorong, transportasi dari pelabuhan ke hotel di Sorong beserta makan dan minum, perjalanan Sorong-Surabaya, serta perjalanan darat Surabaya-Yogyakarta pergi-pulang.

Gidion juga mengklaim sudah menghubungi Suwandi, yang ia sebut komandan pelatihan di Brimob, sebelum peserta berangkat. Ia menanyakan apakah anggota senior Satpol PP boleh mengawal peserta. Menurut Gidion, Suwandi menjawab pendampingan tidak diperlukan karena peserta akan dijaga di sana.

Ia mengatakan kabar serupa sudah beredar di grup anonim warga Raja Ampat sebelum berita Wahana News terbit, termasuk soal uang saku yang dijanjikan tetapi tidak terealisasi. Gidion menyebut kabar itu tidak benar.

Soal telepon dengan Endi Mambrasar, Gidion mengatakan reaksinya bersifat situasional. “Sebagai manusia biasa,” ujarnya. Ia marah karena berita terbit tanpa konfirmasi kepadanya selaku penanggung jawab. Gidion mengaku sudah mengetahui Endi melapor ke polisi dan mempersilakannya menempuh jalur itu.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi
Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika
Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan
Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan
Udara Mimika Diselimuti Asap dan Debu, Yayasan Amungsa Cares Papua Bagikan 2.000 Masker
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau
Amungsa Cares Papua Gerakkan 2.000 Masker untuk Warga dan Pelajar Mimika
Wandra Tampil Perdana di Jayapura Malam Ini, Siap Bikin Penonton Bergoyang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Jumat, 25 September 2026 - 18:43 WIT

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 18 September 2026 - 14:27 WIT

Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika

Senin, 14 September 2026 - 23:49 WIT

Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan

Senin, 14 September 2026 - 22:38 WIT

Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan

Berita Terbaru