JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar pelatihan penulisan berita dan fotografi jurnalistik bagi puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik), Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke- 46 Uncen untuk memperkuat kemampuan sivitas akademika dalam mengolah dan mendokumentasikan informasi kegiatan kampus.
Institusi pendidikan itu menghadirkan dua jurnalis senior Cenderawasih Pos, Agung Trihandono dan Abdel Gamel Naser. Agung menyampaikan materi dasar-dasar penulisan berita, sedangkan Gamel membekali peserta dengan pengetahuan fotografi jurnalistik.
Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Universitas Cenderawasih, Marvin Itaar, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memperluas keterlibatan warga kampus dalam mengumpulkan informasi dari fakultas dan unit kerja. Informasi mengenai kegiatan akademik, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat dihimpun dan diteruskan kepada bagian hubungan masyarakat (humas) rektorat untuk diolah menjadi bahan publikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Marvin, penyebarluasan informasi kampus tidak seharusnya hanya bergantung pada pegawai yang bekerja di lingkungan rektorat. Pegawai di fakultas dan unit kerja juga perlu memiliki kemampuan mengenali kegiatan yang layak diberitakan, menuliskannya, serta mendokumentasikannya melalui foto.
“Tidak hanya teman-teman yang bekerja langsung dari rektorat, tetapi juga melibatkan pegawai yang ada di unit,” kata Marvin.
Ia menjelaskan, keterampilan jurnalistik dapat membantu pegawai mendukung publikasi kegiatan kampus. Mereka dapat menghimpun informasi ketika terlibat atau mendampingi dosen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kemudian menyampaikan bahan tersebut kepada tim humas.
Marvin bilang, kemampuan menulis dan fotografi perlu berjalan beriringan. Peserta diharapkan memahami informasi yang perlu dihimpun sekaligus mampu mengambil gambar yang sesuai dengan peristiwa. Foto dan bahan tulisan tersebut selanjutnya dapat diseleksi dan disunting oleh tim humas sebelum dipublikasikan.
“Fotografi itu harus menjadi satu paket,” ujarnya.
Panitia menggandeng Cenderawasih Pos sebagai mitra pelatihan karena media tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pemberitaan di Papua dan telah mengembangkan publikasi melalui platform daring. Melalui kerja sama ini, panitia berharap peserta memperoleh bekal dasar untuk mendukung penyebaran informasi kampus.
Marvin mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama antara humas rektorat dan fakultas maupun unit kerja. Dengan keterlibatan lebih banyak pihak, informasi mengenai kegiatan kampus diharapkan dapat dihimpun secara lebih luas.
Panitia akan mengevaluasi pelaksanaan pelatihan sebelum menentukan kegiatan lanjutan. Marvin mengatakan pelatihan serupa berpeluang dikembangkan melalui praktik langsung di lapangan agar peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh. Namun, pelaksanaannya masih akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi. “Ke depan, pelatihan bisa lebih banyak praktik langsung di lapangan, tetapi itu bergantung pada anggaran,” ujarnya.
Salah satu peserta, Benyamin Maling, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uncen, mengatakan pelatihan tersebut penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan informasi kepada publik.
Benyamin mengklaim, materi penulisan berita memberinya pemahaman bahwa informasi yang dipublikasikan perlu disusun dengan struktur yang jelas. Ia juga memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya teknik pengambilan gambar dalam fotografi jurnalistik.
“Selama ini informasi yang kami lihat mungkin tidak teratur atau tidak sesuai dengan struktur yang kami dapatkan dari materi hari ini. Ternyata untuk menaikkan informasi itu perlu struktur yang jelas,” kata Benyamin.












