Akui Tembak Polisi dan Rampas Senjata di Paniai, OPM: Hentikan Tambang Emas Ilegal

Endy Langobelen

Rabu, 20 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aksi penembakan oleh TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

i

Ilustrasi aksi penembakan oleh TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

PANIAI – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengakui telah melakukan penembakan yang menewaskan dua anggota Polres Paniai di Pos Polisi Ndeotadi 99, Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Rabu (20/3/2024).

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa dua anggota Polres Paniai, yakni Bripda Sandi Defrit Sayuri dan Bripda Arnaldobert Fhin J. V. Yawan tewas ditembak KKB saat melakukan pengamanan Hellypad 99.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa TPNPB Kodap X Paniai dan pasukan khusus TPNPB Kodap VIII Intan Jaya di bawah pimpinan Aibon Kogeya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Di samping itu, mereka juga mengakui telah merampas dua senjata api laras panjang AK-47 milik Polres Paniai pada saat melakukan penyerangan itu.

“Pasukan TPNPB berhasil tembak mati dua orang yang merupakan anggota polisi Indonesia, dan juga rampas dua pucuk senjata laras panjang jenis AK-47,” ujar Sebby.

“(TPNPB) juga telah berhasil tembak helikopter yang mengangkut pasukan militer serta logistik militer di Baya Biru, Kabupaten Paniai Papua,” imbuhnya.

Baca Juga :  TIFA 2024 Sediakan Puluhan Slot Stan Bazar dan Pameran Budaya, Simak Ketentuannya

Atas penyerangan ini, TPNPB menegaskan kepada pihak militer Indonesia untuk tidak melakukan penyisiran di pemukiman warga sipil di Distrik Baya Biru.

“Kami juga mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk segera menutup pertambangan emas secara ilegal di Baya Biru, Paniai,” tegas Sebby.

Akibat dari pertambangan ilegal tersebut, lanjut Sebby, mengakibatkan hutan adat mereka mulai hilang dan punah.

“Bahkan akibat dari pertambangan ilegal tersebut terdapat pendoropan pasukan militer Indonesia dan pengiriman alat pencari emas milik tentara dan polisi Indonesia dari Nabire dengan menggunakan pesawat sipil dan helikopter militer,” ungkap Sebby.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa perang yang dilakukan selama ini oleh TPNPB bukan bertujuan untuk meraup keuntungan berupa uang dari Pemerintah Indonesia.

“Kami mulai perang ini bukan untuk cari makan dan minum atau pun minta-minta uang kepada pemerintah kolonial indonesia, tetapi ini perang pembebasan nasional Papua Barat. Maka dalam hal ini, jika militer Pemerintah Indonesia mau cari 2 pucuk senjata yang kami rampas, silakan datang ke markas kami,” kata Sebby.

Baca Juga :  OPM Klaim Bakar Sekolah di Pegunungan Bintang, Pelajar Diminta Ikut Perjuangkan Kemerdekaan

“Pasukan TPNPB akan terus melakukan perlawanan hingga Papua merdeka penuh karena TPNPB berdiri sebagai pagar negara bangsa Papua dan bertanggung jawab melingdungi rakyat Papua dari ancaman genocide oleh Pemerintah Kolonial Indonesia,” pungkasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, saat dikonfirmasi terkait tudingan tambang emas ilegal tersebut, mengatakan bahwa TNI-Polri pada dasarnya berperan dalam menjaga keamanan di tengah masyarakat.

Untuk di wilayah Distrik Baya Biru yang mana terdapat tambang emas, Benny mengatakan pengamanan dilakukan oleh personel Pos Polisi Ndeotadi 99.

“Kalau TNI-POLRI pada dasarnya mengantisipasi keamanan apabila ada ganguan keamanan termasuk konflik di masyarakat. (Pengamanan) di Ndeotadi ada. Ada Pos Pol Sub Sektor Ndeotadi 99,” ujarnya via pesan WhatsApp.

Ketika ditanya soal legal tidaknya tambang emas di Distrik Baya Biru tersebut, Benny menyebut spertinya ilegal.

“Sepertinya ilegal. Perlu di cross cek ke Pemda,” tutur Benny.

Dia juga menegaskan bahwa TNI-POLRI sama sekali tidak terlibat dalam operasi tambang emas tersebut.

“Tidak ada (keterlibatan),” tegas Benny.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah
Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol
Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap
Yahukimo Memanas, Kontak Senjata Berujung Korban Jiwa
LBH Papua Pos Sorong Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Penyiksaan Warga oleh Oknum Polisi
Kejari Mimika Pulihkan Hak Korban Pencurian, Sepeda Motor Dikembalikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:54 WIT

Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:12 WIT

Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:08 WIT

Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:59 WIT

Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:22 WIT

Yahukimo Memanas, Kontak Senjata Berujung Korban Jiwa

Berita Terbaru

Komisi II DPRK Mimika melakukan kunjungan kerja ke Distrik Wania untuk meninjau keluhan warga, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa)

DPR

Komisi II DPRK Mimika Tinjau Keluhan Warga di Wania

Minggu, 1 Feb 2026 - 17:23 WIT

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT