MIMIKA – Yayasan Ekologi Sahul Lestari (YESL) menggelar peningkatan kapasitas kepada anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) melalui pelatihan teknis penggunaan alat-alat produksi, di balai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Community Development Yayasan Ekologi Sahul Lestari, Simon Perez, Selasa (30/4/2024) mengatakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas anggota KUPS Aimaporamo lewat pelatihan teknis itu merupakan program Perhutanan Sosial Perempuan dan Generasi Muda (PS-PGM) yang dilakukan YESL dengan dukungan The Asia Foundation (TAF).
Dimana peningkatan kapasitas yang dimaksud bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM anggtoa KUPS Aimaporamo untuk menggunakan alat-alat produksi dan pengemasan produk.
Simon Perez menyebutkan latar belakang kegiatan dikarenakan adanya Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LD) Pigapu yang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No 10880/MNLHKPSKL/PSL.0/12/2019 tanggal 31 Desember 2019.
Kata Simon, dalam perkembangannya, LD Pigapu membentuk KUPS Aimaporamo dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah Nomor 522/140/DLHKP/VI/2023.
KUPS Aimaporamo dibentuk untuk memanfaatkan potensi hutan desa sehingga memiliki peranan yang strategis bagi perkembangan ekonomi masyarakat adat Kampung Pigapu dengan keterlibatan perempuan dan anak muda.
Penggunaan alat-alat produksi dan pengemasan produk merupakan tantangan yang sedang dihadapi oleh KUPS Aimaporamo.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota KUPS Aimaporamo merupakan salah satu faktor penentu dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas sehingga diperlukan kemampuan dan keterampilan dalam penggunaan alat-alat produksi dan pengemasan produk.
“Untuk mewujudkan SDM dengan kemampuan yang memadai, salah satu faktor penentu peningkatan kapasitas sumber daya anggota KUPS Aimaporamo adalah peningkatan kapasitas Anggota KUPS Aimaporamo khususnya dalam penggunaan alat-alat produksi,” kata Simon, di Kampung Pigapu.
Tak hanya itu, pelatihan juga digelar untuk memastikan partisipasi perempuan dan anak muda secara aktif dalam penggunaan alat-alat produksi untuk peningkatan produksi.
Simon berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas SDM anggota KUPS Aimaporamo menggunakan alat-alat produksi dalam mengemas produk ditambah partisipasi perempuan dan anak secara aktif.

Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan, teori dan praktek yang telah disiapkan dan berlangsung di Kampung Pigapu selama dua hari, Senin dan Selasa (29 – 30 April 2024).
Dalam kegiatan ini, YESL menghadirkan Anggota Jamlean yang telah memiliki pengalaman khusus dalam menggunakan alat-alat produksi dan proses pengemasan produk NDOA selama kurang lebih satu tahun.
Ketua KUPS Aimaporamo, Berlinda Makapoka mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.
Peningkatan kapasitas ini merupakan salah satu kegiatan yang menurutnya paling berdampak baik terhadap peningkatan SDM masyarakat setempat khususnya di KUPS Aimaporamo.
Selain memahami cara mengemas teh NDOA dan penggunaan alat-alatnya, ia juga mendapat banyak ilmu dari kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar YESL itu.
“Mama sudah bisa, sudah tau. Pelatihan itu bagus anak jadi mama senang. Kalau pelatihan begini itu mama sudah senang,” ungkap Mama Berlinda sapaan akrabnya.










