YESL Tingkatkan Kapasitas Anggota KUPS Aimaporamo Pigapu

Ahmad

Selasa, 30 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama pada kegiatan peningkatan Kapasitas Anggota KUPS Aimaporamo di Balai Kampung Pigapu, Selasa (30/4/2024). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Foto bersama pada kegiatan peningkatan Kapasitas Anggota KUPS Aimaporamo di Balai Kampung Pigapu, Selasa (30/4/2024). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKAYayasan Ekologi Sahul Lestari (YESL) menggelar peningkatan kapasitas kepada anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) melalui pelatihan teknis penggunaan alat-alat produksi, di balai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Community Development Yayasan Ekologi Sahul Lestari, Simon Perez, Selasa (30/4/2024) mengatakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas anggota KUPS Aimaporamo lewat pelatihan teknis itu merupakan program Perhutanan Sosial Perempuan dan Generasi Muda (PS-PGM) yang dilakukan YESL dengan dukungan The Asia Foundation (TAF).

Dimana peningkatan kapasitas yang dimaksud bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM anggtoa KUPS Aimaporamo untuk menggunakan alat-alat produksi dan pengemasan produk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Simon Perez menyebutkan latar belakang kegiatan dikarenakan adanya Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LD) Pigapu yang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No 10880/MNLHKPSKL/PSL.0/12/2019 tanggal 31 Desember 2019.

Kata Simon, dalam perkembangannya, LD Pigapu membentuk KUPS Aimaporamo dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah Nomor 522/140/DLHKP/VI/2023.

Baca Juga :  100 Personel TNI-Polri Amankan Pleno Rekapitulasi di KPUD Mimika

KUPS Aimaporamo dibentuk untuk memanfaatkan potensi hutan desa sehingga memiliki peranan yang strategis bagi perkembangan ekonomi masyarakat adat Kampung Pigapu dengan keterlibatan perempuan dan anak muda.

Penggunaan alat-alat produksi dan pengemasan produk merupakan tantangan yang sedang dihadapi oleh KUPS Aimaporamo.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota KUPS Aimaporamo merupakan salah satu faktor penentu dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas sehingga diperlukan kemampuan dan keterampilan dalam penggunaan alat-alat produksi dan pengemasan produk.

“Untuk mewujudkan SDM dengan kemampuan yang memadai, salah satu faktor penentu peningkatan kapasitas sumber daya anggota KUPS Aimaporamo adalah peningkatan kapasitas Anggota KUPS Aimaporamo khususnya dalam penggunaan alat-alat produksi,” kata Simon, di Kampung Pigapu.

Tak hanya itu, pelatihan juga digelar untuk memastikan partisipasi perempuan dan anak muda secara aktif dalam penggunaan alat-alat produksi untuk peningkatan produksi.
 
Simon berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas SDM anggota KUPS Aimaporamo menggunakan alat-alat produksi dalam mengemas produk ditambah partisipasi perempuan dan anak secara aktif.

Baca Juga :  GALERI FOTO: Hari Disabilitas Internasional, SLB Negeri Mimika Gelar Pentas Seni
Peningkatan kapasitas kepada anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aimaporamo oleh Yayasan Ekologi Sahul Lestari (YESL). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)
Peningkatan kapasitas kepada anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aimaporamo oleh Yayasan Ekologi Sahul Lestari (YESL). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan, teori dan praktek yang telah disiapkan dan berlangsung di Kampung Pigapu selama dua hari, Senin dan Selasa (29 – 30 April 2024).

Dalam kegiatan ini, YESL menghadirkan Anggota Jamlean yang telah memiliki pengalaman khusus dalam menggunakan alat-alat produksi dan proses pengemasan produk NDOA selama kurang lebih satu tahun.

Ketua KUPS Aimaporamo, Berlinda Makapoka mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.

Peningkatan kapasitas ini merupakan salah satu kegiatan yang menurutnya paling berdampak baik terhadap peningkatan SDM masyarakat setempat khususnya di KUPS Aimaporamo.

Selain memahami cara mengemas teh NDOA dan penggunaan alat-alatnya, ia juga mendapat banyak ilmu dari kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar YESL itu.

“Mama sudah bisa, sudah tau. Pelatihan itu bagus anak jadi mama senang. Kalau pelatihan begini itu mama sudah senang,” ungkap Mama Berlinda sapaan akrabnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang
40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut
Ikan Tongkol dari Fakfak Masuk Mimika Dipastikan Aman Konsumsi
Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP
Tembus Pasar Global: Papua Tengah Cetak Sejarah Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia
Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu
SPMB 2026 Dibuka, SMP Negeri 7 Mimika Siapkan Kuota 256 Siswa
Ribuan Pelajar Padati Hari Pertama Pendaftaran SMAN 1 Mimika, Sistem Antrean Membeludak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:49 WIT

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:06 WIT

40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:36 WIT

Ikan Tongkol dari Fakfak Masuk Mimika Dipastikan Aman Konsumsi

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:12 WIT

Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:21 WIT

Tembus Pasar Global: Papua Tengah Cetak Sejarah Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia

Berita Terbaru