PUNCAK JAYA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah pernyataan pihak TNI yang menyebutkan bahwa tiga korban tewas yang ditembak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, adalah anggota OPM.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, memastikan bahwa ketiga korban tersebut bukanlah anggota maupun simpatisan OPM.
“Mereka (ketiga korban) murni warga masyarakat sipil,” ujar Sebby saat menjawab konfirmasi Galeripapua.com pada Kamis (18/7/2024) dini hari.
Sebby menyampaikan, berdasarkan laporan dari Panglima TPNPB Kodap Sinak Puncak Jaya serta pimpinan TPNPB Terinus Enumbi, dikatakan bahwa dua dari ketiga korban adalah kepala kampung.
“Tonda Wanimbo selaku Kepala Desa Kalome, Distrik Mepogolok meninggal dunia akibat mengalami luka tembak. Hal yang sama juga terjadi kepada Pemerintah Murib selaku Kepala Desa Dokkome,” tutur Sebby.
“Kemudian korban Dominus Enumbi, seorang warga sipil yang telah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura, Papua,” imbuhnya.
Dijelaskan lebih lanjut, pada Selasa (16/7/2024) sekitar pukul 20.00 WIT, Mayor Terinus Enembuni yang bermarkas di Nusineri memang sedang memasuki Kota Mulia untuk membeli rokok.
“Saat berada berada di Distrik Muara tepat di Karubate, Mayor Terinus Enumbi telah diketahui oleh militer Indonesia. Satgas 753, Kopassus dari Tim Maleo dan Elang langsung melakukan pengejaran terhadap Terinus Enumbi dengan menggunakan 3 mobil milik militer Indonesia,” jelas Sebby.
Dikatakan, ketika Mayor Terinus Enumbi berada di depan SD YPPG Distrik Mulia, militer Indonesia langsung melakukan penembakan terhadapnya dari jarak 50 meter.
“Namun, peluru tersebut tidak mengenai Terinus Enumbi, hanya kikis di bagian kepala, badan, dan kakinya. Akhirnya mayor Terinus Enumbi melarikan diri dari tempat kejadian,” ungkapnya.
“Sementara atas penembakan tersebut yang dilakukan oleh gabungan militer Indonesia telah mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia di tempat kejadian di sekitar pukul 20.10 WIT. Dan hingga Rabu, 17 Juli 2024, situasi Kota Mulia dalam situasi darurat akibat pergerakan aparat militer Indonesia dengan kekuatan penuh mengelilingi Distrik Mulia dan Pusat Kota Puncak Jaya dalam pengamanan negara,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, menyebutkan tiga orang yang tewas tertembak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Selasa (16/7/2024) malam adalah anggota TPNPB-OPM.
Kapendam mengungkapkan, pada saat Satgas Yonif RK 753/AVT hendak melakukan penangkapan, ketiga orang tersebut melakukan perlawanan dengan berupaya melakukan penembakan.
“Gerombolan OPM berusaha menembak aparat TNI sehingga prajurit TNI melumpuhkan dan menembak gerombolan tersebut,” terang Candra.
“Atas penindakan yang dilakukan aparat TNI ini, mengakibatkan 3 orang anggota OPM meninggal dunia dan diperoleh 1 pucuk pistol rakitan serta bendera bintang kejora. Sedangkan Teranus Enumbi berhasil lolos melarikan diri,” imbuhnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Sebby Sambom sekali lagi menegaskan bahwa ketiga korban bukan simpatisan TPNPB-OPM.
“Ya, mereka bukan simpatisan TPNPB. Mereka murni warga sipil. Jadi, TNI harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Terkait pernyataan penemuan pistol rakitan dan bendera bintang kejora, Sebby mengatakan bahwa pernyataan itu keliru dan tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menyatakan ketiga korban adalah anggota OPM.
“Itu pernyataan yang keliru, dan pistol rakitan itu tidak bisa jadikan alasan pembenaran,” pungkasnya.
Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46










