MIMIKA — Bentrok antar kelompok warga kembali pecah di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada awal tahun 2026.
Insiden tersebut menewaskan seorang pria bernama Jori Murib, yang dilaporkan meninggal dunia setelah dihujani anak panah.
Bentrok melibatkan dua kelompok warga, yakni kelompok Dang dan kelompok Newegalen, dan terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 13.25 WIT.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan korban diketahui baru tiba di Distrik Kwamki Narama dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, sekitar dua hari sebelum kejadian.
Menurut keterangan kepolisian, sebelum bentrok terjadi, korban sempat mengonsumsi minuman keras bersama sekelompok orang yang diduga berasal dari kelompok Newegalen.
Setelah itu, korban meninggalkan lokasi dan berjalan ke jalan utama di sekitar lapangan sepak bola.
Situasi kemudian berubah ricuh ketika korban bertemu massa dari kelompok Dang. Aksi saling kejar pun tidak terhindarkan hingga ke depan Mapolsek Kwamki Narama.
“Dia keluar di jalan aspal, sampai di luar mereka kejar sampai di depan Polsek sini langsung mereka bilang wah ini dari pihak atas (Kelompok Newegalen), langsung mereka panah dia,” kata Yusak.
Meski sempat berupaya menyelamatkan diri, korban akhirnya terjatuh setelah kembali dikejar massa.
“Setelah panah, mereka kejar dia lagi sampai lari ke belakang lapangan baru (korban) tumbang (korban meninggal dunia) di situ,” sambungnya.
Iptu Yusak menegaskan, hingga kini pihak kepolisian masih mendalami status korban dan keterlibatannya dalam konflik antarkelompok tersebut.
“Kita belum tahu karena dia kan baru turun dari atas (Distrik Beoga) dan tidak ikut perang,” ujarnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Mimika untuk penanganan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga guna menjalani prosesi adat dan ritual pemakaman.














