Distrik Mimika Baru dan Distrik Wania Jadi Zona Merah Penyebaran ASF

Ahmad

Rabu, 31 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan daging babi di salah satu lapak pedagang babi di Pasar Sentral Timika, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Tumpukan daging babi di salah satu lapak pedagang babi di Pasar Sentral Timika, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Mimika mencatat, Distrik Mimika Baru dan Distrik Wania menjadi zona merah penyebaran virus African Swine Fever (ASF) alias Demam Babi Afrika.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Disnakeswan Mimika, drh. Bakti Erma Surfani, menjelaskan bahwa wilayah dari dua distrik yang menjadi titik penyebaran ASF yakni Distrik Mimika Baru di Jalan Baru, Jalan Sosial, dan Komplek Manado.

Sedangkan Distrik Wania di Kompleks Arena Lama, Jalan Sam Ratulangi (Gang Sesean), Gang Flora, Gang Pisang, Nawaripi (Komplek Bosowa), dan Nawaripi Dalam.

“Itu yang saya tahu karena sesuai dengan laporan,” ungkap Bakti saat ditemui di Kantor Disnakeswan Mimika, Jalan Poros SP5, Timika, Papua Tengah, Rabu (31/1/2024).

Bakti melanjutkan, sampai hari ini, tercatat sebanyak 287 ekor babi yang dilaporkan mati. “Tapi itu karena ada penumpukan laporan, itu yang terlapor,” kata Bakti.

Disebutkan bahwa pemerintah juga telah mengeluarkan instruksi bupati, surat edaran, hingga imbauan terkait larangan mendatangkan babi dan berbagai produk olahannya dari luar Mimika.

Baca Juga :  Kontak Tembak dengan KKB di Nduga, 4 Anggota TNI Gugur

Pemerintah juga melarang membawa babi ke luar Mimika, menjual babi, serta imbauan penutupan tempat jualan daging babi di Pasar Sentral Timika.

Sementara saat ini, Disnakeswan telah mendapatkan lahan untuk penguburan bangkai-bangkai babi yang telah mati. Lokasi lahan tersebut berada di SP5, Mimika, Papua Tengah.

Oleh karena itu, para peternak diimbau agar secara mandiri dapat membawa babi yang telah mati ke tempat yang sudah disediakan untuk ditanam dan tidak dibuang ke sembarang tempat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tifa Creative Bawa UMKM Mimika ke Perhatian Staf Khusus Presiden, Tiar Diundang ke TIFA 2027
Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong
Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika
IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua
RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital
Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:47 WIT

Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIT

Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIT

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:02 WIT

IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:32 WIT

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital

Berita Terbaru