MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, optimistis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 dapat terserap maksimal meski hanya memiliki waktu empat bulan.
APBD-P Kabupaten Mimika resmi disahkan pada Jumat, 22 Agustus 2025, setelah melalui pembahasan panjang selama tiga hari di Ruang Paripurna Lantai 2, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika.
Dalam rapat tersebut, APBD-P Mimika ditetapkan sebesar Rp6,8 triliun dengan tambahan sekitar Rp572 miliar yang bersumber dari SILPA tahun sebelumnya serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Johannes mengakui waktu penyerapan terbilang singkat. Namun, ia menegaskan pemerintah daerah akan memfokuskan anggaran pada sektor-sektor yang wajib dan mendesak.
“Bisa (terserap, red). Saya kasih contoh gedung PKK itu tidak dibangun karena memang tidak mampu kita lakukan, itu kita geser untuk mandatori, gaji dan sebagainya,” jelas Johannes saat ditemui, Senin (25/8/2025).
Ia menuturkan, setidaknya ada empat fokus utama dalam penggunaan APBD-P. Pertama, memenuhi mandatori pendidikan.
Menurut Johannes, hal ini mendesak sebab dalam APBD induk porsi pendidikan baru mencapai 19,2 persen, sehingga perlu ditambah 1,8 persen untuk mencapai ketentuan minimal 20 persen.
“Kita hanya 20 persen, APBD induk itu kita hanya 19,2 persen sehingga kita harus menyelesaikan 1,8 persen. Ini yang pertama, ini yang terserap paling besar karena itu harus, kalau tidak kita dapat sanksi,” tegasnya.
Fokus kedua adalah membayar utang dari tahun sebelumnya. Ketiga, untuk pembayaran gaji pegawai yang jumlahnya terus meningkat, terutama setelah adanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Sementara fokus keempat diarahkan untuk membiayai kegiatan prioritas yang tidak sempat dijalankan pada APBD induk, namun dinilai penting serta sejalan dengan visi dan misi pimpinan daerah.
“Kegiatan prioritas yang memang tidak bisa dilakukan tetapi prioritas dan juga sedikit berarah kepada saya dengan Pak Wakil punya visi misi,” pungkas Johannes.










