Freeport Gandeng Inspektur Tambang ESDM Perkuat Operasi Penyelamatan di GBC

Endy Langobelen

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Freeport Indonesia terus berupaya melakukan penyelamatan kepada para pekerja yang terjebak akibat insiden aliran material basah (wet muck) di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

PT Freeport Indonesia terus berupaya melakukan penyelamatan kepada para pekerja yang terjebak akibat insiden aliran material basah (wet muck) di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat upaya penyelamatan tujuh pekerja yang terdampak insiden aliran material basah (wet muck) di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) dengan menggandeng tim Inspektur Tambang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan langkah penyelamatan dapat berjalan dengan cara paling aman dan efektif.

“Fokus kami saat ini adalah terus berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang terdampak insiden aliran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC),” kata VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, dalam keterangan resmi, Senin (15/9/2025).

“Upaya ini dilaksanakan bersama tim Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM guna menentukan langkah terbaik dalam proses penyelamatan,” imbuhnya.

Katri menambahkan, tim penyelamat sampai saat ini masih terus bekerja tanpa henti di lokasi.

“Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan karyawan, meski terus menerus menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengajak dukungan doa dari seluruh pihak agar operasi berjalan lancar.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran operasi serta keselamatan tim yang bertugas di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sambangi Rumah Rehab ODGJ, AIYE: Mereka Juga Harus Rasakan Manfaat Pembangunan

Insiden wet muck terjadi pada Senin (8/9/2025) di jalur tambang bawah tanah GBC, ketika material basah menutup akses kerja dan mengisolasi tujuh karyawan.

Sejak awal, PTFI mengerahkan Tim Tanggap Darurat dengan peralatan khusus. Namun kondisi material yang tidak stabil membuat upaya penyelamatan harus dilakukan sangat hati-hati untuk menghindari longsoran lanjutan.

Dengan keterlibatan tim Inspektur Tambang ESDM, operasi kini dilakukan secara lebih terukur dan diawasi langsung oleh pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, tujuh pekerja masih belum berhasil dijangkau, namun PTFI menegaskan proses pencarian dan penyelamatan tidak akan berhenti.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport Resmikan Fireground Kuala Kencana, Perkuat Kesiapsiagaan Tim Darurat
Freeport Ajak 200 Mahasiswa UNCEN Belajar Teknologi Tambang Modern
Freeport Konfirmasi Penembakan di MP 60 Mimika, Akses Tembagapura Ditutup
Freeport Bekali 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika
40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal
Pemkab Mimika, Freeport, dan YPMAK Perkuat Kolaborasi Pastikan Masyarakat Mimika Sejahtera
Freeport dan Masyarakat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Pesisir Mimika

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:54 WIT

Freeport Resmikan Fireground Kuala Kencana, Perkuat Kesiapsiagaan Tim Darurat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:38 WIT

Freeport Ajak 200 Mahasiswa UNCEN Belajar Teknologi Tambang Modern

Rabu, 2 September 2026 - 14:34 WIT

Freeport Konfirmasi Penembakan di MP 60 Mimika, Akses Tembagapura Ditutup

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:53 WIT

Freeport Bekali 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:39 WIT

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT