GMNI Mimika Sulap Sentra Kuliner Jadi Panggung Puisi dan Denyut Literasi

Ahmad

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu peserta sedang tampil membawakan puisinya di hadapan dewan juri dan pengunjung di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Salah satu peserta sedang tampil membawakan puisinya di hadapan dewan juri dan pengunjung di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — DPC GMNI Kabupaten Mimika menggelar Lomba Cipta dan Baca Puisi bertajuk “Seribu Cerita untuk Mimika” di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika, Sabtu (8/8/2026) malam.

Langkah ini diambil untuk meniupkan roh literasi sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi UMKM lokal yang kian redup.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Mimika, Kristo Toffi, mengungkapkan bahwa ruang publik seperti Pasar Kuliner belakangan ini kian sepi dari hilir mudik pengunjung akibat minimnya inovasi kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, sentra usaha rakyat tersebut membutuhkan terobosan kreatif agar tidak tergilas oleh menjamurnya puluhan kafe modern di kawasan kota Timika.

“Berdasarkan penelusuran kami, ada sekitar 60 kafe di seputaran Timika yang saban malam disesaki pengunjung. Sementara itu, Pasar Kuliner makin kehilangan taringnya. Lewat panggung seni ini, kami ingin memancing kembali masyarakat untuk meramaikan UMKM setempat,” ujar Kristo.

Baca Juga :  Bupati Mimika Minta Disparbudpora Tinjau Venue: Ada Kerusakan Diperbaiki

Ajang yang diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI dan meretas jalan menuju Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang ini diikuti oleh 51 peserta.

Rinciannya, 7 orang bertarung di kategori umum dan 44 peserta lainnya berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA/SMK.

Tidak sekadar panggung unjuk bakat, seluruh karya bait puisi yang lahir dari jemari para pelajar dan masyarakat umum tersebut bakal dirangkum ke dalam sebuah buku kompilasi.

Baca Juga :  127 Jemaah Haji Asal Mimika Dijadwalkan Berangkat pada April Mendatang

Antologi puisi itu dijadwalkan meluncur tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang, sebagai rekam jejak sejarah serta mozaik kisah unik tentang Kabupaten Mimika.

Kristo menegaskan, gerakan ini merupakan stimulan untuk merawat nyala api literasi di daerah yang dinilainya mulai pudar.

Melalui bait-bait puisi, pemuda diajak untuk tidak hanya peka terhadap estetika bahasa, tetapi juga peduli terhadap dinamika sosial di sekitarnya.

“Literasi di Mimika butuh ruang bernapas yang lebih luas. Melalui cipta dan baca puisi, kami mencoba menggali kembali potensi-potensi terpendam generasi muda agar tetap bersuara dan berkarya untuk daerahnya,” pungkas Kristo.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tifa, Batu, dan Langit yang Tak Tidur | Kumpulan Puisi Rifqi Septian Dewantara
Taji yang Patah di Atas Kepala Suku | Puisi Arnold Mansawan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:15 WIT

GMNI Mimika Sulap Sentra Kuliner Jadi Panggung Puisi dan Denyut Literasi

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:18 WIT

Tifa, Batu, dan Langit yang Tak Tidur | Kumpulan Puisi Rifqi Septian Dewantara

Senin, 2 Juni 2025 - 07:21 WIT

Taji yang Patah di Atas Kepala Suku | Puisi Arnold Mansawan

Berita Terbaru