MIMIKA – Keberadaan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dinilai dapat menjadi salah satu penggerak pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital, Dr. Yulius MA, saat tiba di Mimika, Senin (5/10/2026) siang.
Yulius mengatakan perusahaan dengan aktivitas ekonomi besar seperti Freeport perlu didorong untuk memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“PT Freeport juga gitu supaya kita mendorong Freeport supaya memperhatikan masyarakat di sini. Saling bekerja sama nantinya,” kata Yulius.
Menurut dia, perusahaan seperti Freeport telah memiliki berbagai program di daerah. Namun, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan UMKM.
“Kadang-kadang teman-teman di daerah ini tidak bisa memanfaatkan. Nah, ini harus memanfaatkan keberadaan dia,” ujarnya.
Yulius menilai kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM dapat membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang, baik melalui akses pasar, pembinaan maupun dukungan program perusahaan.
Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM agar program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi, mengatakan pemerintah daerah juga terus mendorong keterlibatan PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam pengembangan UMKM.
Menurut Samuel, dukungan melalui program kemitraan maupun tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Sehingga betul-betul dana CSR-nya itu menyentuh kepada masyarakat sehingga betul-betul merasakan,” ujarnya.
Samuel mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan lembaga mitra diperlukan untuk memperluas pembinaan UMKM di Mimika.
Sementara itu, Yulius berada di Mimika untuk mengikuti sejumlah agenda, termasuk Festival dan Bazar UMKM menjelang HUT ke-30 Kabupaten Mimika, peletakan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Koperasi dan UMKM, serta sosialisasi program pemerintah pusat.










