Jayapura,Galeripapua – Malam puncak pemilihan duta bahasa Papua 2026 menjadi penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung di Jayapura pada Sabtu, 11 April 2026. Dari 10 finalis, Isak Samuel Tunya dan Melani Tebuot Bame terpilih sebagai pemenang pertama.
Keduanya dinobatkan sebagai Duta Bahasa Papua 2026 setelah melalui penilaian akhir pada malam puncak. Di hadapan dewan juri dan tamu undangan, para finalis menampilkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung. Mereka menunjukkan keterampilan berbahasa, pemahaman kebahasaan, serta kemampuan komunikasi dalam menyampaikan gagasan terkait pelestarian bahasa.
Selain itu, para finalis juga diuji melalui sesi tanya jawab yang menyoroti isu penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pelestarian bahasa daerah, serta peran generasi muda di tengah perkembangan zaman. Mereka juga diuji berbahasa asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Isak dan Melani dinilai unggul dalam kemampuan berbahasa, wawasan kebahasaan, serta komitmen dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta pelestarian bahasa daerah.
Isak Samuel Tunya menyatakan sangat bersyukur karena ini kesempatan yang sangat luar biasa dan juga ia merasa ajang bergengsi yang lumayan diikuti oleh anak muda di Papua. Karena ini merupakan ajang peningkatan literasi meningkatkan kepercayaan diri.
“Motivasi saya untuk mengembangkan diri dan menjadi versi terbaik lagi dalam diri saya,” kata Isak usai menerima penghargaan, Sabtu, 11 April 2026.
Sebagai pemenang, dia meyakini perannya dalam melestarikan bahasa daerah di Papua sangat penting apalagi program yang ia akan jalankan digadang-gadang mampu meningkatkan literasi. “Saya rasa peran kami sangat bermanfaat dalam setiap program yang kami jalankan; program yang kami presentasikan saat krida Duta Bahasa itu merupakan peluang besar bagi teman-teman muda di Kota Jayapura sebagai langkah awal,” jelasnya
Ditanya soal ancaman kepunahan yang kian hari terjadi di Papua. Mahasiswa FMIPA Uncen itu bilang, dirinya bersama rekan kerjanya akan terus memperkuat program yang nantinya akan dijalankan “Seperti pitching dan coaching. Selain itu, membuat program-program belajar yang kita akan jalankan dengan metode yang menyenangkan sehingga pembelajaran ini menjadi seru. Tak hanya itu ada juga literasi digital yang nantinya akan membuat konten tentang bahasa daerah,” katanya.
Pasangan Isak, Melani Tebuot Bame mengatakan awalnya dirinya tidak menyangka bisa keluar sebagai juara pertama. Musababnya, sedari awal ia mengikuti ajang bergengsi ini hanya semata untuk mencari pengalaman, relasi dan kenangan.
“Puji Tuhan, bisa dikasih kepercayaan dan terima kasih kepada Balai Bahasa Papua yang telah menyediakan wadah yang luar bias aini dan juga teman-teman yang membersamai kegiatan ini,” ungkapnya.
Melani berkata, dirinya memiliki motto diberkati untuk menjadi berkat yang ia pegang sebagai komitmen untuk menyuarakan kesetaraan bagi anak-anak muda . Khususnya bagi mereka yang tidak didengar dan tidak dilihat “ Yaitu mereka yang tidak mendapatkan pendidikan yang tak layak. Duta Bahasa Papua ini bisa membantu saya untuk lebih mengoptimalkan program saya sebagai seorang relawan,” jelasnya.
Relawan Papua Gold Generation itu menilai ancaman kepunahan bahasa daerah di Papua tidak lepas dari kebiasaan generasi muda yang lebih banyak menggunakan bahasa gaul dan istilah asing. Kondisi itu, menurut dia, membuat bahasa daerah perlahan ditinggalkan sebagai identitas. “Saya akan melakukan penyadartahuan dan memanfaatkan media sosial untuk membuat konten di platform digital agar mereka sadar menggunakan bahasa daerah,” ujarnya.
Selama masa karantina pada 9 – 11 April, para finalis dibekali berbagai materi, mulai dari kebijakan Balai Bahasa 2026 hingga keterampilan berbicara di depan publik. Mereka juga mendapat pembekalan di bidang kesastraan dan kebahasaan, pelatihan pengelolaan konten media sosial serta tes uji kemahiran berbahasa Indonesia.
Sebagai pemenang Duta Bahasa Papua 2026, Isak Samuel Tunya dan Melani Tebuot Bame masing-masing menerima uang pembinaan Rp4 juta, disertai sertifikat penghargaan, dan akan melanjutkan kompetisi di tingkat nasional.


























