MIMIKA – Dua Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk oleh Kepolisian Resor (Polres) Mimika telah bekerja keras untuk mengungkap tiga kasus pembunuhan sadis di Mimika, Papua Tengah, beberapa waktu belakangan yang menyita perhatian publik dan menyebabkan suasana Kota Timika seketika mencekam.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, saat ditemui wartawan di Mimika, Selasa (9/10/2025) menyampaikan hal tersebut.
“Untuk sejauh ini Insya Allah sudah ada perkembangan. Kita sudah memeriksa beberapa saksi. Kemudian kita juga sudah mengumpulkan beberapa bukti,” kata Kapolres.
“Sudah ada perkembanganlah ya, sudah ada petunjuk. Insya Allah nanti dalam waktu dekat ya, doakan kita bisa mengungkap kasus ini,” sambungnya.
Seperti diketahui bahwa baru-baru ini terjadi tiga kasus pembunuhan secara sadis di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kasus pertama terjadi di Jalan Mawar, sekitaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) SP1, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, pada 29 November 2025.
Korban diketahui merupakan seorang mahasiswa bernama Yudha Pratama. Ia ditemukan tewas mengenaskan oleh seorang wanita saat sedang berangkat ke kebun.
Polisi lalu mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan langsung mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Polisi pun memulai penyelidikan.
Beberapa hari berselang, kembali terjadi pembunuhan di dua lokasi berbeda di Mimika pada 2 Desember 2025.
Korban pertama ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kepala terpisah dari badan. Korban bernama Bonisius Gaitian (46 tahun) ditemukan di Jalan poros SP9-SP7 pada siang hari.
Tak lama kemudian, kembali terdengar kabar bahwa seorang pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di belakang kompleks Keuskupan Timika, jalan tembusan Jalan WR Soepratman.
Ditanya mengenai berapa banyak saksi yang telah diperiksa sejauh ini, Kapolres menyebut sedikitnya telah ada dua hingga empat orang.
“Ya sedikitnya sudah ada dua atau empat saksi yang kita periksa,” kata Kapolres.
Para saksi merupakan orang-orang yang ditemukan berdasarkan petunjuk dari rekaman CCTV. “Ya itu yang kita dapat dari CCTV. Bukti petunjuk itu,” tambahnya.
Mengenai identitas pelaku, Kapolres menyebutkan bahwa belum diketahui. Namun berdasarkan hasil penyelidikan, sudah ada petunjuk mengenai identitas para pelaku.
“Belum, tapi diduga kita sudah ada arah ke sana dan tinggal waktu saja. sabar! Jadi masing-masing pihak agar menahan diri bersabar. Insyaallah maalam waktu dekat, pasti kita akan ungkap. Itu komitmen kami,” tegas Kapolres.
“Kalau yang satu TKP beda (di SP1). Kalau yang dua TKP (SP9 dan SP2), kemungkinan ya, kemungkinan itu satu pelaku, tapi masih didalami,” pungkasnya.










