Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum

Endy Langobelen

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arifin Letsoin, keluarga Sudirman Letsoin, korban pembunuhan di Mimika pada 28 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Arifin Letsoin, keluarga Sudirman Letsoin, korban pembunuhan di Mimika pada 28 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Hampir delapan bulan setelah Sudirman Letsoin tewas dalam kasus pembunuhan pada 28 Januari 2026, keluarganya masih menunggu kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

Keluarga korban mendesak Kepolisian dan Kejaksaan di Kabupaten Mimika memberikan kepastian hukum serta membuka informasi mengenai tahapan proses hukum yang telah dilakukan.

Keluarga mengaku hingga kini belum memperoleh informasi yang jelas mengenai status hukum pihak yang diduga sebagai pelaku maupun perkembangan penyelidikan dan penyidikan perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami keluarga korban hanya ingin kepastian hukum. Kasus ini sudah terjadi sejak 28 Januari 2026, tetapi sampai sekarang belum ada informasi yang jelas mengenai status hukum pelaku dan perkembangan prosesnya,” ujar Arifin Letsoin selaku keluarga korban via pesan WhatsApp, Minggu (20/9/2026) malam.

Baca Juga :  Fungsi RPB serta Perannya dalam Menangani Bencana di Mimika

Menurut keluarga, ketidakjelasan informasi tersebut membuat mereka mempertanyakan sejauh mana proses hukum telah berjalan.

Mereka juga ingin mengetahui apakah perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan atau penyidikan di kepolisian, maupun telah dilimpahkan kepada Kejaksaan.

Keluarga meminta Kepolisian memberikan penjelasan mengenai perkembangan penyidikan, termasuk status perkara dan langkah hukum yang telah dilakukan terhadap pihak yang diduga terlibat.

Sementara itu, apabila perkara telah dilimpahkan, keluarga berharap Kejaksaan memastikan proses penanganannya berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi keluarga korban, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum. Mereka mengatakan tidak meminta perlakuan khusus, melainkan ingin mengetahui perkembangan perkara yang menyangkut anggota keluarganya.

Baca Juga :  PSN Dinilai Hancurkan Alam Papua, Uskup Timika: Ini Kerakusan Oligarki

“Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta hukum ditegakkan seadil-adilnya dan secara transparan. Kalau prosesnya masih berjalan, sampaikan kepada keluarga. Kalau sudah ada tahapan yang dilakukan, kami juga ingin mengetahuinya,” tegas Arifin.

Keluarga juga meminta agar penanganan perkara tidak berhenti tanpa kejelasan. Mereka menyerahkan proses pembuktian sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, tetapi berharap hak keluarga korban untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan perkara tetap diperhatikan.

Desakan tersebut disampaikan sebagai upaya keluarga mendapatkan kepastian mengenai proses hukum atas kematian Sudirman Letsoin.

Keluarga berharap Kepolisian dan Kejaksaan memberikan penjelasan yang jelas mengenai posisi perkara saat ini sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian bagi keluarga maupun pihak-pihak yang berkepentingan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus
Saat Gereja dan Daerah Desak Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Konflik di Papua
Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya
Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika
Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon
Bawa 27 Tuntutan, Mahasiswa dan Warga Mimika Demo di Kantor DPRK
Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:31 WIT

Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers

Minggu, 20 September 2026 - 23:38 WIT

Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 23:29 WIT

Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Jumat, 18 September 2026 - 23:13 WIT

Saat Gereja dan Daerah Desak Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Konflik di Papua

Sabtu, 12 September 2026 - 00:13 WIT

Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya

Berita Terbaru