JAYAPURA – Komando Operasi (Koops) Swasembada memusnahkan sejumlah barang bukti hasil operasi di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG), Selasa (17/2/2026).
Pemusnahan yang dilakukan di Sentani, Jayapura, Papua, ini menjadi penegasan bahwa pendekatan dialogis dan humanis tetap berjalan beriringan dengan langkah tegas penegakan hukum dalam menjaga stabilitas keamanan Papua.
Berdasarkan siaran pers yang diterima Galeripapua.com, disampaikan bahwa barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas beberapa pucuk senjata api, baik pabrikan maupun rakitan, serta ratusan butir munisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruhnya merupakan hasil penindakan Satgas jajaran Koops Swasembada dalam operasi pengamanan di sepanjang garis perbatasan.
Pemusnahan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan simbol pertanggungjawaban kepada publik atas hasil operasi yang telah dilaksanakan.
Koops Swasembada menilai keberhasilan ini menunjukkan efektivitas strategi teritorial yang diterapkan di lapangan.
Selain pengamanan senjata dan munisi, Koops Swasembada juga mencatat capaian signifikan dalam operasi tersebut.
Dalam penindakan terhadap kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), aparat berhasil melumpuhkan Pangkodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, beserta tiga anggotanya.
Di sisi lain, pendekatan persuasif yang dilakukan secara konsisten turut membuahkan hasil. Sebanyak 17 anggota OPM dilaporkan kembali dan menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Koops Swasembada menyebut capaian ini sebagai indikator bahwa strategi yang mengedepankan komunikasi, pembinaan, serta pendekatan humanis tetap relevan dalam menciptakan stabilitas jangka panjang.
Pangkoops Swasembada, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan menjaga keamanan di Tanah Papua.
“Pemusnahan ini adalah bukti komitmen kami untuk terus menjaga keamanan Papua. Kami tidak hanya melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata, tetapi juga membuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Pendekatan humanis akan terus kami kedepankan, namun tindakan tegas tetap dilakukan terhadap setiap ancaman yang mengganggu kedaulatan negara,” tegasnya.
Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Karena itu, Koops Swasembada akan terus memperkuat pola operasi yang adaptif, memadukan langkah teritorial dengan operasi penegakan hukum secara terukur.
Dengan pemusnahan barang bukti ini, Koops Swasembada menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan RI–PNG.
Aparat memastikan, setiap ancaman terhadap keamanan akan ditindak tegas, namun pintu rekonsiliasi tetap terbuka bagi siapa pun yang memilih kembali ke pangkuan NKRI.








