OTK Berulah di Pegunungan Bintang: 2 Orang Tewas, 3 Luka Berat

Minggu, 27 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu korban luka berat saat mendapatkan perawatan medis.

i

Salah satu korban luka berat saat mendapatkan perawatan medis.

PEGUNUNGAN BINTANG – Sebanyak lima orang warga di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, dikabarkan menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK).

Informasi yang dihimpun GaleriPapua.com, dua orang dari lima korban tersebut ditemukan meninggal dunia. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignasius Benny Ady Prabowo, melalui keterangan tertulisnya memastikan bahwa peristiwa itu terjadi pada Minggu (27/8/2023) di Kampung Kawe, tepatnya di lokasi Minning Dokter 36.

Benny juga membenarkan bahwa akibat peristiwa penganiayaan tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia.

“Dalam peristiwa ini, dua orang dilaporkan tewas dan tiga orang mengalami luka berat akibat aksi yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal,” tutur Benny via WhatsApp, Minggu malam.

Baca Juga :  Penjaga Kios Korban Penembakan di Kabupaten Puncak Dievakuasi ke Timika
Tampak salah satu korban tewas (kiri) dan korban luka berat saat hendak dievakuasi (kanan).

Perihal kronologi kejadian tersebut, Benny menyampaikan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui pada pukul 13.30 waktu setempat.

“Dari Informasi yang diperoleh dari istri salah satu korban mengatakan, sekitar pukul 13.30 WIT, ditemukan dua korban laki-laki yang telah meninggal dunia, dan tiga korban lainnya mengalami luka serius di lokasi kios milik Bapak Takur di Kampung Kawe Lokasi Minning Dokter 36,” ungkapnya.

Kemudian pada pukul 15.00 WIT, lanjut Benny, pihak kepolisian melakukan evakuasi korban dari Kampung Kawe Lokasi Minning Dokter 36 ke Kabupaten Boven Digoel dengan menggunakan helikopter.

Baca Juga :  Lakalantas di Dogiyai Berujung Perkelahian hingga Penembakan

“Terkait motif dalam kasus ini, diduga terkait penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku yang saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim kepolisian,” tambahnya.

Benny menegaskan, pihak kepolisian saat ini sedang berupaya secara maksimal untuk mengungkap kebenaran di balik insiden ini.

“Kami sedang melakukan investigasi yang mendalam untuk mengungkap fakta-fakta sesungguhnya terkait peristiwa ini,” ujarnya.

Untuk itu, Benny berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menahan diri dari berita hoaks dan berperan aktif dalam memberikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kejadian tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”
Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub
Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika
Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar
Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya
2 Jenis BBM Ini Naik Harga, Pertamina: Bukan Karena PPN 12 Persen
Perubahan Iklim, Salju Abadi Kebanggaan Papua Bakal Hilang di 2026?
Patah Panah, Perang Saudara di Mimika Berakhir Damai

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:26 WIT

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”

Rabu, 11 Juni 2025 - 17:57 WIT

Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub

Minggu, 9 Februari 2025 - 22:40 WIT

Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika

Kamis, 9 Januari 2025 - 12:43 WIT

Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar

Minggu, 5 Januari 2025 - 03:56 WIT

Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT