MIMIKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika menggelar sosialisasi dan internalisasi penyusunan Kajian Resiko Bencana Kabupaten Mimika, 2024-2029. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah, Selasa (28/5/2024).
Penyusunan Peta Risiko Bencana dilakukan berdasarkan peta ancaman, peta kerentanan dan peta kapasitas.
Penyusunan juga dilakukan pada basis data risiko bencana seperti potensi jumlah jiwa terpapar, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan sebagai acuan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Mimika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Robert Kambu saat membuka acara itu berharap melalui penyusunan kajian risiko bencana, pemerintah daerah dapat mengetahui potensi ancaman bencana di Kabupaten Mimika.
“Selanjutnya kita dapat melakukan penanganan yang cepat, tepat, serta terarah melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga kita dapat menekan jumlah korban dan kerugian yang diakibatkan oleh kejadian bencana tersebut,” ungkap Robert Kambu.
Mimika disebutnya kawasan yang memiliki potensi ancaman bencana yang cukup kompleks antara lain banjir, tanah longsor. Kerugian akibat bencana ditaksir tidak sedikit.
Peluang bencana tersebut mampu memberikan pengaruh negatif kepada berjalannya roda pemerintahan maupun kehidupan masyarakat. Namun ia meyakini dengan adanya data dan analisa penanggulangan bencana, kerugian dari bencana dapat dikurangi skala dampaknya.
Upaya pengurangan risiko bencana membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Sedangkan untuk menyelaraskan penyusunan kajian risiko bencana diperlukan masukan dari semua lini sehingga dokumen yang dihasilkan dapat menjadi landasan dasar bagi pemerintah daerah dan semua pihak melakukan pemetaan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Mimika.








