Pengaruh Miras Bawa Parang, Pria Tewas Dipanah di Kwamki Narama Mimika

Endy Langobelen

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah korban tergeletak di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, dengan sejumlah panah menancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Jenazah korban tergeletak di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, dengan sejumlah panah menancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

MIMIKA – Seorang pria tewas dipanah di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (1/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan masyarakat setelah foto dan video korban beredar luas di sejumlah grup WhatsApp.

Dalam foto yang beredar, korban terlihat tergeletak dengan sekujur tubuhnya tertancap sejumlah anak panah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara dalam video berdurasi sekitar 35 detik tampak aparat kepolisian berada di lokasi kejadian melakukan penanganan.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 19.30 WIT, sedangkan peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIT.

“Tadi kami Polsek dapat laporan itu sekitar jam 19.30 WIT. Namun kejadiannya itu sekitar pukul 18.00 WIT,” kata Yusak.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui dalam keadaan dipengaruhi minuman keras. Ia merupakan bagian dari kubu Dang, salah satu kubu yang pernah terlibat perang adat di Kwamki Narama.

Setelah mengonsumsi miras, korban diduga membawa parang dan memasuki wilayah kubu Newegalen yang merupakan kubu sebelah.

“Jadi yang bersangkutan ini miras, almarhum ini dia miras, dia tergabung di kelompok Dang. Ya dia miras terus setelah miras dia langsung menyeberang dari kubu Dang ke kubu Newegalen, dia pegang parang,” jelas Yusak.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Batasi Pengiriman Telur ke Luar Daerah

“Nah karena kubu Newegalen melihat dia pegang parang, baru dia sudah masuk di wilayah mereka, di wilayah musuh, langsung mereka lakukan panah terhadap korban sampai korban meninggal tergeletak di samping rumah di kubu Newegalen. Iya itu semua karena miras, korban dia miras,” imbuhnya.

Setelah menerima laporan, aparat gabungan dari Polsek Kwamki Narama yang didukung personel Sabhara, Intelkam, dan Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika.

“Jenazahnya sementara kita sudah amankan ke RSUD. Kita dari pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan kubu Dang agar tidak lagi melakukan hal-hal yang untuk angkat panah ulang atau perang. Namun serahkan semua kepada pihak kepolisian,” kata Yusak.

Ia menjelaskan lokasi kejadian berada di Kampung Amole, tepatnya di jalur tengah. Kubu Dang diketahui bermukim di Kampung Amole Jalur 1 dan Jalur 2, sedangkan kubu Newegalen berada di kawasan Jalan Mambruk yang juga masih berada di Kampung Amole.

Untuk mengantisipasi aksi balasan, kepolisian meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Usai Miras, Pria di Hiripauw Mimika Gantung Diri hingga Tewas

“Sementara kita dari keamanan melakukan siaga antisipasi besok pagi jangan sampai mereka melakukan lempar panah. Besok pagi rencana anggota sudah sekat di jalur tengah antara pihak Dang dan pihak Newegalen,” ujarnya.

Menurut Yusak, pengamanan juga akan diperkuat dengan penambahan personel dari Polres Mimika dan Brimob.

“Iya nanti ada penebalan dari Polres dan Brimob,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah Kwamki Narama.

“Imbauan agar masyarakat yang mau ke daerah Kwamki agar selalu waspada hati-hati. Kalau memang tidak ada keperluan, jangan keluar ke Kwamki,” tegasnya.

Konflik Dang dan Newegalen

Konflik antara kubu Dang dan Newegalen bukan kali pertama terjadi di Distrik Kwamki Narama. Perselisihan kedua kelompok telah berlangsung beberapa tahun belakangan dan berkali-kali memicu aksi saling serang menggunakan panah tradisional yang mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka.

Berbagai upaya penyelesaian sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, hingga para kepala suku melalui mediasi, perdamaian adat, dan kesepakatan penghentian perang.

Namun, konflik kerap kembali pecah, terutama ketika dipicu persoalan pribadi, pengaruh minuman keras, maupun aksi balasan antaranggota kelompok.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo
Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK
Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah
Dua Kelompok Saling Serang di Timika, Seorang Warga Terluka Kena Panah
Seorang Pria di Mimika Dibacok OTK
Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Hilang Kontak 4 Hari, Speed Boat Pengangkut Apel Tujuan Asmat Ditemukan Selamat

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:50 WIT

Pengaruh Miras Bawa Parang, Pria Tewas Dipanah di Kwamki Narama Mimika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:20 WIT

OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:45 WIT

Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:49 WIT

Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:17 WIT

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah

Berita Terbaru