Pesan Harmoni Keberagaman dalam Parade Tarian Nusantara Kemerdekaan di Tembagapura

Endy Langobelen

Minggu, 18 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Divisi Papuan Affairs - Industrial Relations bersama Kerukunan Besar Sulawesi Utara membawakan Tari Massamaper di Tembagapura, Sabtu (17/8/2024). (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

Divisi Papuan Affairs - Industrial Relations bersama Kerukunan Besar Sulawesi Utara membawakan Tari Massamaper di Tembagapura, Sabtu (17/8/2024). (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

MIMIKA – Dalam momen peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia, PT Freeport Indonesia (PTFI) turut menampilkan sebuah pertunjukan yang begitu megah yakni “Parade Tarian Nusantara Kemerdekaan”.

Pertunjukan tarian spektakuler yang menampilkan berbagai ragam budaya itu dilaksanakan usai upcara pengibaran bendera di lapangan sepak bola, Sport Hall Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (17/8/2024).

Pantauan Galeripapua.com, para karyawan tampil beda dalam parade tarian ini. Mereka mengenakan busana adat dari berbagai daerah lengkap dengan asesorisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang tarian berlangsung dengan iringan musik kedaerahan, ribuan penonton yang menyaksikan dari pinggir lapangan bola Tembagapura pun terlihat ikut bergoyang.

Ketua Panitia HUT ke-79 kemerdekaan RI PTFI, Benyamin, menjelaskan bahwa Tembagapura merupakan miniatur Indonesia, di mana terdapat ribuan karyawan yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang berbeda.

“Dalam perayaan HUT Ke-79 kemerdekaan RI, kami menampilkan keberagaman tersebut melalui Parade Tarian Nusantara Kemerdekaan. Dari Tembagapura, kami ingin menyampaikan pesan agar kita senantiasa harmoni dalam keberagaman,” ujar Benyamin, Minggu (18/8/2024).

Benyamin mengatakan, konsep parade tarian itu adalah kolaborasi antara berbagai divisi di PTFI dengan kelompok-kelompok paguyuban budaya di Tembagapura. Proses latihan yang melibatkan 10 anggota dari masing-masing kelompok berlangsung selama kurang lebih tiga pekan.

Parade ini diawali dengan penampilan kolaborasi antara Divisi Learning and Organization Development dan kerukunan masyarakat Sumatera Selatan, yang membawa nuansa khas Sumatra.

Baca Juga :  Penutupan World Environmental Day Expo 2024 PTFI, Masyarakat Diharapkan Lestarikan Lingkungan

Selanjutnya, Divisi Concentrating bersama ikatan keluarga Minang menampilkan Tarian Pasambahan. Parade berikutnya dipersembahkan Divisi Security Risk Management bersama Perkumpulan Keluarga Batak Tembagapura yang membawakan Tari Tortor.

Mewakili Budaya Bali, Divisi Grasberg Earthwork menampilkan Tarian Bisma Siwa Silala dilanjutkan Divisi Mining Safety bersama Paguyuban Ngayogjokarto, Cilacap, Solo menyajikan tari kolaborasi khas Solo dengan kostum yang unik.

Sementara itu, Divisi Underground Mine menampilkan budaya Jawa Timur dalam Tarian Prajurit Kesatria. Kemudian Divisi Geo Engineering dan Environment tampil bersama Paguyuban Mitra Riung Gunung menghadirkan budaya Sunda melalui Tarian Sisingaan.

Divisi Manpower Management yang berkolaborasi dengan Paguyuban Keluarga Kalimantan, membawakan Tari Burung Enggang dan Tari Perang khas suku Dayak.

Divisi Manpower Management berkolaborasi bersama Paguyuban Keluarga Kalimantan, membawakan Tari Burung Enggang dan Tari Perang khas suku Dayak di Tembagapura, Sabtu (17/8/2024). (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

Divisi Central Services bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan menghadirkan Tari Mappadendang dan Divisi Facilities Town Management & Management Information System bersama Kerukunan Keluarga Toraja Tembagapura menyajikan Tari Pa’gellu, sebuah tarian Budaya Toraja yang penuh kegembiraan.

Adapun Divisi Papuan Affairs – Industrial Relations bersama Kerukunan Besar Sulawesi Utara membawakan Tari Massamaper. Kemudian Tari Katreji dari Maluku dibawakan oleh Divisi Operation Maintenance bersama Kerukunan Keluarga Maluku.

Baca Juga :  Sambut HUT TNI ke-80, Denkav 3/SC Gelar Donor Darah untuk Bantu Stok RS di Mimika

Salah satu penari, Karolina Natkime dari Divisi Industrial Relations, mengungkapkan sangat senang bisa diikutkan dalam pertunjukan yang luar biasa ini.

“Saya sangat senang mendapat kesempatan menjadi bagian dari acara HUT ke-79 RI, terutama karena tahun ini, perayaan HUT RI memecahkan rekor MURI sebagai upacara pengibaran bendera di lokasi dengan elevasi tertinggi di Indonesia,” ungkap Karolina.

Parade Tarian Nusantara Kemerdekaan ditutup dengan penampilan dua kelompok terakhir dari Divisi General Construction and Special Project, Kuala Pelabuhan Indonesia, dan Flobamora, yang menampilkan budaya Nusa Tenggara Timur dengan tarian Ikan Nae di Pante.

Divisi Supply Chain Management bersama Paguyuban Papua, yang menampilkan tarian Kreasi modern Papua dan Yosim Pancar diikuti seluruh peserta upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI.

Divisi Supply Chain Management bersama Paguyuban Papua menampilkan tarian Kreasi modern Papua dan Yosim Pancar di Tembagapura, Sabtu (17/8/2024). (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

Penari dari Divisi Underground Romaully Abaa yang bergabung di paguyuban Papua berharap PTFI dapat terus menyelenggarakan kegiatan meriah seperti ini.

“Saya senang dan bangga bisa ikut memeriahkan ulang tahun ke-79 Republik Indonesia. Saya berdoa agar PT Freeport Indonesia selalu Berjaya,” kata Romaully Abba.

Usai parade budaya, acara pun diakhiri dengan pertunjukan musik yang diadakan di dua lokasi, yaitu di Tembagapura dan Rigde Camp. Band Radja, Gheya Youbi, dan Papua Original memberikan penampilan terbaik mereka, menyajikan musik yang bervariasi menambah kemeriahan perayaan ini.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan
Freeport Dukung 10 Jurnalis Tanah Papua Hadiri HPN di Serang, Banten
HPN 2026: Presiden Prabowo Soroti Tantangan AI dan Masa Depan Jurnalisme Indonesia
Lomba Tari Antarsekolah Warnai Dies Natalis ke-20 Yayasan Pendidikan Katolik Santa Maria
HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks
TIFA Kembali Masuk KEN 2026, Siap Melompat ke Panggung Internasional Juli Mendatang
BK3N 2026, Freeport Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Seluruh Operasi
Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:06 WIT

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:25 WIT

Freeport Dukung 10 Jurnalis Tanah Papua Hadiri HPN di Serang, Banten

Senin, 9 Februari 2026 - 23:07 WIT

HPN 2026: Presiden Prabowo Soroti Tantangan AI dan Masa Depan Jurnalisme Indonesia

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:28 WIT

Lomba Tari Antarsekolah Warnai Dies Natalis ke-20 Yayasan Pendidikan Katolik Santa Maria

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:48 WIT

HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Berita Terbaru

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT