Sengketa Tapal Batas Kapiraya: Warga Tiga Kampung Dilaporkan Mengungsi

Ahmad

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana terkini di Kapiraya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Suasana terkini di Kapiraya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Sengketa tapal batas antara Kabupaten Mimika dan Deiyai di wilayah Mimika Barat Tengah kian menuju kepada krisis kemanusiaan.

Ribuan warga dari tiga kampung—Kapiraya, Wakia, dan Wumuka—dilaporkan mengungsi, meninggalkan permukiman mereka hingga berubah menjadi kampung tanpa penghuni.

Kondisi ini memperlihatkan eskalasi konflik yang tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga melumpuhkan seluruh aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan oleh Tokoh Pemuda Kapiraya, Pius Minama, kepada Galeripapua.com, Jumat (27/3/2026).

Pius menyebut situasi saat ini telah memutus akses warga terhadap berbagai kebutuhan dasar. Aktivitas pendidikan, keagamaan, hingga pembangunan kampung dilaporkan terhenti total.

Baca Juga :  Musrenbang 2026, Kelurahan Otomona Usulkan 16 Program Pembangunan, Prioritas Infrastruktur

Menurutnya, sekolah-sekolah tidak lagi beroperasi, rumah ibadah ditinggalkan, dan proyek infrastruktur kampung tidak berjalan akibat kondisi yang tidak kondusif.

Selain itu, warga kehilangan sumber penghidupan karena tidak berani beraktivitas di lahan yang menjadi objek sengketa.

“Saat ini, kondisi kampung-kampung tersebut kosong. Kami butuh penjelasan transparan Tim Harmonisasi Kabupaten Mimika mengenai sudah sejauh mana upaya penyelesaian tapal batas Kapiraya,” tegas Pius.

Warga terdampak kini mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menghadirkan solusi konkret terkait kejelasan batas wilayah.

Mereka menilai ketidakpastian yang berkepanjangan hanya memperburuk situasi dan memperlama masa pengungsian.

Pius juga menekankan pentingnya tanggung jawab Tim Harmonisasi, baik secara moral maupun administratif, untuk segera menuntaskan pemetaan batas wilayah. Hal ini dinilai krusial agar masyarakat dapat kembali ke kampung halaman dengan rasa aman.

Baca Juga :  Porkab Mimika I Resmi Ditutup, 900-an Atlet Raih Penghargaan

Seruan Kemanusiaan Jelang Paskah

Di tengah situasi tersebut, kondisi warga pun semakin memprihatinkan menjelang perayaan Paskah. Mayoritas masyarakat terdampak merupakan umat Kristiani yang kini menghadapi keterbatasan akses pangan dan ekonomi.

“Sebagai umat beriman, kami ingin merayakan Paskah dalam damai. Namun, dengan kondisi tanpa penghasilan akibat konflik, kami memohon uluran tangan pemerintah kabupaten untuk membantu menunjang kebutuhan warga di pengungsian maupun di titik konflik,” pungkasnya.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk meredam konflik serta memastikan perlindungan bagi warga terdampak.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika
Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon
Bawa 27 Tuntutan, Mahasiswa dan Warga Mimika Demo di Kantor DPRK
Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak
LMA dan FPHS Tsingwarop Kritik Menteri HAM, Desak Tak Ikut Campur Urusan Pengalihan Dana 10 Persen dari Freeport
Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!
Komunitas Ojol Jayapura Nyatakan Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Sambangi DPRK, Amungsa Foundation dan UNICEF Dorong Perda Malaria di Mimika

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:16 WIT

Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika

Kamis, 3 September 2026 - 22:20 WIT

Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:38 WIT

Bawa 27 Tuntutan, Mahasiswa dan Warga Mimika Demo di Kantor DPRK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:55 WIT

Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:31 WIT

LMA dan FPHS Tsingwarop Kritik Menteri HAM, Desak Tak Ikut Campur Urusan Pengalihan Dana 10 Persen dari Freeport

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT