MIMIKA – Program layanan antar-jemput pasien Sa Antar Ko milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika terus memberi dampak nyata bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP), khususnya kalangan kurang mampu.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, program ini tercatat telah melayani 1.471 pasien hingga Desember 2025.
Program Sa Antar Ko menjadi salah satu terobosan pelayanan kesehatan RSUD Mimika yang menyasar pasien OAP, terutama pasien rawat inap, dengan menyediakan layanan mengantar pulang pasien dari rumah sakit ke rumah tanpa dipungut biaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUD Mimika, Antonius Pasulu, mengatakan layanan tersebut tetap berjalan hingga kini dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Jadi untuk program layanan Sa Antar Ko khususnya layanan antar pulang pasien rawat inap Orang Asli Papua (OAP) yang kita launching sejak Juli 2025 sampai sekarang tetap jalan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (4/2/2026).
Antonius menjelaskan, pelaksanaan program Sa Antar Ko dibiayai melalui anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Mimika dengan total alokasi sebesar Rp145 juta.
Dalam pelaksanaannya, RSUD Mimika menggandeng jasa transportasi online Maxim sebagai mitra layanan.
Menurut Antonius, sejauh ini pihak rumah sakit belum menerima keluhan dari masyarakat terkait program tersebut. Sebaliknya, banyak pasien merasa terbantu, terutama dari sisi pembiayaan transportasi.
“Untuk pasien sendiri itu sangat-sangat bersyukur dan berterima kasih dan terbantu karena selama ini mereka pulang harus menunggu kecukupan uang,” jelasnya.
“Sehingga dengan salah satu latar belakang itu akhirnya kita hadirkan program ini. Dan sampai saat ini respon masyarakat sangat baik,” imbuhnya.
Melalui program Sa Antar Ko, pasien OAP akan dijemput dari rumah menuju RSUD Mimika untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Setelah selesai menjalani perawatan, pasien kembali diantar hingga ke rumah masing-masing, termasuk ke wilayah terjauh yang masih dapat dijangkau melalui akses darat.
Untuk menjamin kualitas layanan, RSUD Mimika juga menyiapkan sistem pengawasan langsung berbasis laporan dari pengemudi transportasi online.
Pengawasan dilakukan sejak proses pemesanan, penjemputan pasien, hingga pengantaran pulang dengan aman ke tujuan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya RSUD Mimika dalam memastikan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berpihak kepada masyarakat OAP di wilayah Mimika.










