PTFI dan ANTAM Teken Perjanjian Jual Beli Emas Wujudkan Hilirisasi di Dalam Negeri

Jumat, 8 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (kedua kiri), dan Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Nico Canter, menandatangani perjanjian jual beli emas. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

i

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (kedua kiri), dan Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Nico Canter, menandatangani perjanjian jual beli emas. (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

MIMIKA – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, dan Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Nico Canter, menandatangani perjanjian jual beli emas dengan kadar kemurnian 99,99 persen.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, di Jakarta, Kamis, 7 November 2024.

Erik Tohir dalam sambutannya, menyampaikan dengan adanya kerja sama ini, ANTAM dan PTFI bersinergi untuk kebaikan bangsa Indonedia.

“Indonesia harus menjadi negara mandiri,” kata Erick.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, dalam sambutannya menjelaskan peran penting smelter PTFI dalam memajukan industri pemurnian emas di Indonesia.

Pemerintah telah memberikan mandat kepada PTFI melalui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk membangun smelter tembaga dan fasilitas pemurnian lumpur anoda atau Precious Metal Refinery (PMR).

“Kolaborasi PTFI dengan ANTAM merupakan bukti nyata komitmen dalam mengembangkan industri pengolahan mineral di Indonesia dan meningkatkan daya saing di pasar global,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dukcapil Festival: Wadah Event Marketing bagi UKM Brand Lokal Perkenalkan Produknya

Sementara itu, Tony Wenas mengatakan PMR PTFI menjadi salah satu produsen emas murni Batangan di Indonesia dengan kapasitas pemurnian sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun serta Platinum Group metals yaitu 30 kg platinum, 375 kg Paladium.

“Produksi emas pertama dari PMR PTFI direncanakan pada minggu ke 2 Desember 2024. Estimasi saat ini hingga akhir tahun 2024 produksi emas sebesar 0,5 ton dan pada kuartal pertama 2025 sebesar 4,75 ton,” kata Tony.

Tony menegaskan penandatanganan perjanjian jual beli emas antara Freeport Indonesia dengan ANTAM merupakan komitmen dalam mewujudkan hilirisasi di dalam negeri.

Selanjutnya, Direktur Utama ANTAM Nico Kanter menjelaskan sinergi antara PTFI dengan ANTAM merupakan langkah penting dalam mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor pertambangan.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor dan mendorong penggunaan produk dalam negeri.

Baca Juga :  Freeport Setor Rp7,73 Triliun Bagian Pemerintah Pusat dan Daerah atas Keuntungan Bersih 2024

“Sinergi penyerapan emas dari PTFI ini merupakan komitmen ANTAM dalam memperkuat bisnis emas logam mulia guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berinvestasi emas. Selain itu, dengan penguatan pengadaan bahan baku domestik, perusahaan juga dapat menurunkan ketergantungan terhadap impor,” kata Nico.

Dalam perjanjian bisnis ini, ANTAM akan membeli sebanyak 30 ton emas dengan kemurnian 99.99% dari PTFI. Bahan baku emas dari PTFI kemudian akan diolah ANTAM di Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia untuk menjadi produk logam mulia ANTAM.

Melalui kemitraan strategis ini, PTFI dan ANTAM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun industri pertambangan nasional yang berdaya saing.

Hilirisasi dalam negeri menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar sehingga dapat mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapangan Kerja di Mimika Bertambah, Pengangguran Masih Naik Tipis
Penduduk Miskin Mimika Berkurang, Tapi Garis Kemiskinan Terus Naik
Inflasi Mimika Desember 2025 Melandai, Terendah dalam Dua Tahun Terakhir
PTFI Bantu Distribusi Kebutuhan Natal Masyarakat di Dataran Tinggi Mimika
Sambut Nataru, DKP Mimika Gelar Gerakan Pangan Murah
Christmas Flight & Boat Layani Mudik Natal Karyawan PTFI dan Keluarga ke Pedalaman Papua,
Polres Mimika Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Mimika Gelar Pasar Murah 18–19 Desember untuk Stabilkan Harga Sembako Jelang Nataru

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 04:05 WIT

Lapangan Kerja di Mimika Bertambah, Pengangguran Masih Naik Tipis

Minggu, 11 Januari 2026 - 03:35 WIT

Penduduk Miskin Mimika Berkurang, Tapi Garis Kemiskinan Terus Naik

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:22 WIT

Inflasi Mimika Desember 2025 Melandai, Terendah dalam Dua Tahun Terakhir

Senin, 29 Desember 2025 - 20:26 WIT

PTFI Bantu Distribusi Kebutuhan Natal Masyarakat di Dataran Tinggi Mimika

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:27 WIT

Sambut Nataru, DKP Mimika Gelar Gerakan Pangan Murah

Berita Terbaru

Tiga eks anggota TPNPB-OPM yakni Kataw Kulua (26 tahun), Yaikinus Murib (23 tahun), dan Lois Murib (28 tahun), berikrar setia kepada NKRI.(Foto: Istimewa/Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya)

Hukrim

Tiga Eks TPNPB-OPM Kodap Sinak Ikrar Setia kepada NKRI

Senin, 19 Jan 2026 - 20:04 WIT