MIMIKA — Kedatangan Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, disambut meriah oleh masyarakat Tsinga, Waa Banti, dan Aroanop yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop, Minggu (10/5/2026) pagi.
Pantauan Galeripapua.com di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mathius Fakhiri tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia sekitar pukul 06.25 WIT.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh nuansa adat Papua. Sejumlah masyarakat tampak memadati area depan pintu keluar bandara dengan mengenakan pakaian adat sambil membawa spanduk ucapan selamat datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorak-sorai masyarakat pecah saat Gubernur Papua keluar dari ruang kedatangan bandara.
Di dalam ruang kedatangan, Fakhiri terlebih dahulu disambut jajaran pengurus FPHS Tsingwarop, di antaranya Ketua Yafet Manga Beanal, Sekretaris Yohan Zonggonau beserta istri, serta Ketua Panitia Penjemputan, Litinus Niwilingame.
Prosesi adat kemudian dilakukan di depan pintu keluar bandara. Masyarakat menyematkan mahkota burung Cenderawasih di kepala Mathius Fakhiri sebagai bentuk penghormatan adat kepada tamu kehormatan.
Tak hanya itu, tarian adat juga mengiringi langkah Fakhiri menuju kendaraan penjemputan yang telah disiapkan panitia.
Ketua Panitia Penjemputan, Litinus Niwilingame, mengatakan penyambutan tersebut telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya oleh masyarakat Tsinga, Waa Banti, dan Aroanop.
“Ini kita keluarga besar masyarakat Tsinga, Waa Banti, dan Aroanop, yang tergabung di dalam wadah Forum Pemilik Hak Sulung Tsingwarop. Jadi agenda hari ini telah kami siapkan selama beberapa hari sebelumnya untuk melakukan penjemputan Gubernur Provinsi Papua, Bapak Jenderal Mathius Fakhiri,” ujarnya.
“Dan beliau telah tiba di Kabupaten Mimika, Bumi Kamoro – Bumi Amungsa. Sekarang kami sambut meriah di bandara dan beliau sudah kami arahkan untuk istirahat sementara di Hotel Cenderawasih 66,” imbuhnya.
Litinus menambahkan, masyarakat juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa diskusi bersama Gubernur Fakhiri di Kantor Forum Pemilik Hak Sulung di Jalan Baru, Mimika.
“Masyarakat sementara menyiapkan segala sesuatu sedemikian rupa untuk kemudian jam 10 pas nanti kita jemput beliau dan kita diskusi bersama di honai,” jelasnya.
Saat ditanya terkait agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut, Litinus belum bersedia membeberkan secara rinci dan menyebut pembahasannya masih bersifat tertutup.
“Diskusi yang akan dilakukan sebenarnya masih rahasia, nanti baru akan disampaikan oleh beliau. Yang terpenting adalah kami sangat senang kehadiran beliau untuk suatu penghormatan besar bagi kami masyarakat Tsingwarop dan kami bersyukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada beliau,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, masyarakat adat Tsinga, Waa Banti, dan Aroanop yang tergabung dalam FPHS Tsingwarop telah melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan Mathius Fakhiri ke Mimika.
Panitia bahkan menyiapkan agenda bakar batu dan berbagai makanan tradisional khas suku Amungme sebagai bentuk penghormatan kepada Gubernur Papua.
Kegiatan penyambutan dan pengucapan syukur itu juga dirangkaikan dengan rasa syukur masyarakat atas disahkannya Peraturan Daerah (Perda) terkait pembagian dan pengelolaan saham 4 persen bagi masyarakat Tsingwarop.
“Sekaligus kita mengucap syukur atas telah jadinya Perda tentang pembagian saham,” kata Litinus sehari sebelum penjemputan.






















