TPNPB Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat

Endy Langobelen

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan kapal yang melintas di wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Asmat. (Foto: Dok. TPNPB-OPM)

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan kapal yang melintas di wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Asmat. (Foto: Dok. TPNPB-OPM)

YAHUKIMO — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap dua unit kapal di wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Asmat, Minggu (3/5/2026).

Klaim tersebut disampaikan dalam Siaran Pers II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang dirilis pada Senin (4/5/2026) dan disebarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Dalam pernyataan itu, Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, melaporkan bahwa aksi penyerangan dilakukan oleh pasukan dari Batalyon Kanibal di bawah komando Mayor Beres Murup, Kuron Marup, dan pasukan khusus di bawah pimpinan Akar Heluka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkan bahwa penyerangan dilakukan karena kapal-kapal yang masuk ke wilayah tersebut diduga membawa agen intelijen militer pemerintah Indonesia ke zona konflik bersenjata.

“Penyerangan tersebut kami lakukan karena seluruh kapal yang memasuki wilayah Asmat, Yahukimo dan Timika telah melakukan pendoropan agen intelijen militer pemerintah Indonesia ke wilayah konflik bersenjata dan wilayah zona merah,” ujar Kopitua Heluka.

“Seluruh agen intelijen militer Indonesia yang memasuki wilayah konflik bersenjata kami siap eksekusi mati karena telah melanggar ultimatum TPNPB bahwa warga imigran Indonesia diminta untuk tinggalkan wilayah perang di Yahukimo namun hal tersebut tidak di indahkan maka eksekusi mati wajib dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gangguan Mesin, Pesawat Smart Air PK-SNS Jatuh di Nabire Barat: Semua Selamat

TPNPB juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengakui kemerdekaan bangsa Papua, “Jika tidak, maka perang akan tetap berlanjut.”

Adapun sejumlah pernyataan sikap yang disampaikan sebagai berikut.

  1. Seluruh warga imigran dan agen intelijen militer Pemerintah Indonesia termasuk orang Papua yang terlibat dengan Indonesia agar segera keluar dari wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
  2. Menetapkan DPO terhadap kapal-kapal dan pesawat sipil yang terlibat melakukan pendoropan pasukan militer ke Yahukimo.
  3. Seluruh sekolah-sekolah, kantor-kantor pemerintah, pesawat dan rumah-rumah sakit wajib dibakar karena kedapatan seluruh fungsi sipil diambil alih oleh militer pemerintah Indonesia di wilayah konflik bersenjata.
  4. Penembakan terhadap Jems seorang ASN di Yahukimo oleh aparat militer Indonesia sehingga kami TPNPB juga menegaskan kepada warga imigran Indonesia segera keluar dari Yahukimo sebelum operasi dilakukan.
  5. Seluruh aktivitas sipil di Yahukimo segera dihentikan karena TPNPB siap melakukan operasi dan penyerangan terhadap aparat dan agen intelijen militer Pemerintah Indonesia.
  6. TPNPB dengan tegas menolak seluruh pembangunan di wilayah Yahukimo dan bagi siapa yang terlibat siap menerima konsekuensinya.
  7. Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan Polri bahwa TPNPB adalah pejuang kemerdekaan bangsa Papua bukan kelompok kriminal yang dicap secara sepihak oleh pemerintah kolonialisme Indonesia.
Baca Juga :  Bentrok Antarpemuda Pecah di Gorong-Gorong Timika

“Dengan demikian kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh aksi penyerangan dan penembakan terhadap aparat dan agen intelijen militer Pemerintah Indonesia serta seluruh fasilitas sipil yang menjadi sasaran operasi TPNPB itu kami siap bertanggung jawab sehingga aparat militer Indonesia diminta untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap warga sipil di wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo,” tegas Kopitua Heluka.

“Dan juga jika aparat militer Indonesia dalam hal ini mau melakukan serangan balasan terhadap kami, silakan datang ke Markas TPNPB. Jangan melakukan penangkapan terhadap warga sipil lalu menuduh mereka bagian dari pasukan TPNPB tanpa adanya bukti,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI-Polri terkait klaim penyerangan maupun isi pernyataan yang disampaikan oleh TPNPB tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo
Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam
TPNPB Sebut Telah Menembak Mati Sopir di Jalur Wamena-Nduga, Warga Pendatang Diberi Peringatan
Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka
Disinformasi Penculikan Anak di Facebook Picu Pemalangan Jalan di Mimika
Seorang Pria Korban Penikaman KM 9 Mimika Meninggal Usai Dirawat di RS
Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di SP 2 Mimika
Kebakaran di SP7 Jadi Ancaman Karhutla, BPBD Mimika Warning Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:12 WIT

Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo

Jumat, 18 September 2026 - 21:23 WIT

Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam

Rabu, 16 September 2026 - 02:31 WIT

TPNPB Sebut Telah Menembak Mati Sopir di Jalur Wamena-Nduga, Warga Pendatang Diberi Peringatan

Selasa, 15 September 2026 - 23:24 WIT

Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka

Selasa, 15 September 2026 - 21:23 WIT

Disinformasi Penculikan Anak di Facebook Picu Pemalangan Jalan di Mimika

Berita Terbaru

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT