Remaja Tewas di SP12 Mimika karena Kecelakaan, Bukan Dibegal

Endy Langobelen

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang remaja terbaring tak bernyawa di Jalan Poros SL12, Mimika, Papua Tengah, Senin (8/12/2025) malam. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir warga)

Seorang remaja terbaring tak bernyawa di Jalan Poros SL12, Mimika, Papua Tengah, Senin (8/12/2025) malam. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir warga)

MIMIKA — Insiden meninggalnya seorang remaja di Jalan Yan Tinal, kawasan SP12, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Senin (8/12/2025) malam sempat memicu keresahan publik.

Dugaan awal yang berkembang di media sosial menyebut korban tewas akibat dibegal, hingga keluarga melakukan aksi pemalangan di beberapa perempatan jalan SP5, SP6, SP7, Iwaka.

Namun hasil pemeriksaan kepolisian dan visum medis memastikan bahwa remaja tersebut meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (9/12/2025) dini hari.

“Betul bang (murni kasus kecelakaan lalu lintas). Besok pagi dari unit laka akan laksanakan olah TKP di sana,” ujarnya singkat.

Polisi juga telah mengamankan beberapa orang yang berada bersama korban saat kejadian untuk dimintai keterangan lanjutan.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi, Freeport Gelar Media Gathering Bersama Jurnalis di Mimika

Keluarga Akui Kesalahpahaman dan Sampaikan Permohonan Maaf

Setelah mendapat penjelasan resmi dari kepolisian, pihak keluarga melalui tokoh pemuda Pertius Wenda menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf atas aksi pemalangan yang sempat menutup sejumlah ruas jalan.

Dalam pernyataannya, Pertius menjelaskan bahwa dugaan begal muncul karena keluarga terpengaruh isu keamanan yang marak belakangan ini.

“Jadi pikiran kami muncul tadi anak saya itu dibunuh atau dipotong oleh begal. Tetapi dengan aksi yang kami lakukan, Pak Kapolres, kemudian Kasat Reskrim sudah bekerja keras dan sudah menangkap pelaku,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setelah polisi memberikan penjelasan, keluarga memahami bahwa kematian korban bukan akibat tindakan kriminal.

“Pelaku dalam hal ini bukan pelaku pembunuhan begal tetapi anak-anak ini korban laka lantas. Itu sebabnya sekali lagi saya mewakili keluarga korban memohon maaf. Itu bukan masalah pembunuhan, bukan masalah begal, tetapi ketabrakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Perkembangan Kasus Pencemaran Nama Baik dan Pengancaman di Mimika

Keluarga juga memastikan seluruh pemalangan jalan telah dibuka kembali pada malam itu.

Polisi Imbau Publik Tidak Mudah Terprovokasi

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan.

Isu yang beredar cepat di media sosial sempat memicu ketegangan, namun klarifikasi pihak keluarga dan kepolisian pada akhirnya meredakan situasi.

Unit Laka Lantas Polres Mimika dijadwalkan melakukan olah TKP untuk menguatkan rangkaian penyelidikan.

Proses hukum terhadap pihak yang terlibat dalam kecelakaan juga akan berjalan sesuai ketentuan.

Polisi mengimbau masyarakat Mimika agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura
HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks
Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif
OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas
Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:38 WIT

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:48 WIT

HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:04 WIT

Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:28 WIT

OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:40 WIT

Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT