Rumah dan Tower Telkomsel Dibakar, Polda Papua: Diduga Dilakukan KKB

Rabu, 16 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak api dan asap mengepul di sebuah rumah samping tower Telkomsel yang berlokasi di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (15/8/2023).

i

Tampak api dan asap mengepul di sebuah rumah samping tower Telkomsel yang berlokasi di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (15/8/2023).

PUNCAK – Sebuah rumah warga dan tower telekomunikasi milik Telkomsel di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah dikabarkan ludes dibakar pada Selasa (15/8/2023).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, saat dikonfirmasi via pesan singkat, Rabu (16/8/2023), membenarkan peristiwa tersebut.

Benny menyampaikan bahwa saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Puncak sedang mendalami kasus pembakaran tersebut.

Dikatakan bahwa insiden itu diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang bermarkas di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Benny menjelaskan, peristiwa pembakaran tersebut berawal pada pukul 16.20 WIT. Saat itu, tim gabungan Ops Damai Cartenz yang dipimpin Kanit Lidik Iptu Lukman mendapat laporan bahwa ada sejumlah masyarakat yang terpantau di sekitar Tower Telkomsel membawa jerigen berisi minyak.

“Pukul 16.35 WIT, tim yang dipimpin Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia, tiba di lokasi Tugu Pancasila yang merupakan tempat laporan pertama kali diterima. Tim langsung melakukan tanggapan terhadap situasi yang berkembang,” tutunya.

Lanjutnya, sekitar pukul 16.37 WIT, asap tebal mulai menyelimuti area karena adanya bangunan yang terbakar.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Adang Serangan KKB di Intan Jaya

“Api kemudian merambat dan merusak Tower Telkomsel itu sendiri,” ungkap Benny.

Benny menyebutkan, selama insiden ini berlangsung, satu tembakan yang diduga dilepaskan oleh KKB. Tembakan tersebut, kata Benny, menambah ketegangan di lokasi kejadian.

“Ketegangan semakin meningkat ketika pukul 16.50 WIT, dua tembakan lagi terdengar dari arah KKB yang diduga berasal dari Pos Pantau mereka. Tembakan ini ditujukan ke arah tim gabungan yang sedang berada di sekitar Tower Telkomsel,” tuturnya.

Meski demikian, ungkap Benny, upaya penanganan terus berlanjut, di mana pukul 17.05 WIT, tim gabungan melakukan tembakan balasan sebanyak dua kali untuk membuka jalan menuju Kampung Nipuralome, tempat diduga Kelompok KKB berkumpul.

Benny mengatakan, situasi semakin menegangkan saat beberapa kali tembakan gangguan terdengar dari pihak KKB di sekitar Kampung Eromaga.

“Akibat dari insiden tragis ini, dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat. Satu di antaranya diduga menjadi milik Riyanto Fredikso. Sementara tower Telkomsel yang terbakar milik Pemerintah Daerah Puncak juga mengalami kerusakan serius pada kabel dan baterai,” jelas dia.

Baca Juga :  Bawaslu Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Pemungutan Suara di Paniai

Benny menyebut, saat ini, aparat gabungan terus melakukan langkah-langkah tegas guna meredam situasi dan menjaga stabilitas di daerah tersebut.

Di samping itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom membantah tudingan terkait insiden pembakaran tersebut.

Sebby menegaskan bahwa pembakaran rumah dan tower bukan dilakukan oleh TPNPB melainkan pihak aparat, dalam hal ini TNI.

“Jika ada serangan itu benar, tapi yang bakar rumah warga itu TNI,” tandasnya via pesan singkat, Rabu (16/8/2023) sore.

Sebby menyampaikan bahwa serangan penembakan yang terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, memang benar dilakukan oleh TPNPB pimpinan Numbuk Telenggen. Namun, dia membantah soal aksi pembakaran.

“TNI yang bakar rumah warga,” tegasnya lagi.

Benny menegaskan, tujuan aksi penembakan yang belakangan gencar dilakukan TPNPB adalah untuk mengganggu jalannya perayaan HUT ke-78 RI.

“OPM menolak pelaksanaan perayaan HUT RI di Papua. Ya, karena kami tidak pernah berjuang untuk Indonesia,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”
Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub
Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika
Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar
Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya
2 Jenis BBM Ini Naik Harga, Pertamina: Bukan Karena PPN 12 Persen
Perubahan Iklim, Salju Abadi Kebanggaan Papua Bakal Hilang di 2026?
Patah Panah, Perang Saudara di Mimika Berakhir Damai

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:26 WIT

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”

Rabu, 11 Juni 2025 - 17:57 WIT

Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub

Minggu, 9 Februari 2025 - 22:40 WIT

Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika

Kamis, 9 Januari 2025 - 12:43 WIT

Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar

Minggu, 5 Januari 2025 - 03:56 WIT

Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT