MIMIKA – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mimika akan melaksanakan Operasi Zebra Cartenz pada tanggal 14 hingga 27 Oktober 2024 mendatang,
Dalam operasi tersebut, terdapat setidaknya 8 sasaran prioritas pelanggaran lalu lintas yang bakal ditindak.
Dengan adanya operasi ini, masyarakat diharapkan agar dapat senantiasa mematuhi aturan lalu lintas serta tidak semena-mena melakukan pelanggaran.
Kepala Sat Lantas Polres Mimika, AKP Boby Pratama, mengungkapkan bahwa hal ini telah dibahas bersama dengan Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha, dan juga jajaran Polda Papua.
“Tadi, kami sudah rapat juga sekalian membahas kegiatan lantas ke depannya, kemudian satu bulan kemarin,“ kata AKP Boby saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/10/2024).
Adapun jenis-jenis pelanggaran yang bakal diprioritaskan dalam operasi tersebut yakni sebagai berikut.
Pertama, penggunaan telepon genggam saat berkendara. Pengendara sepeda motor maupun roda empat akan ditindak bila didapati mengemudi sambil otak-atik telepon genggam.
Kedua, pengendara di bawah umur (anak sekolah). Bagi mereka yang belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) akan ditilang.
Ketiga, tidak menggunakan helm ber-standar nasional Indonedia (SNI). Pengendara roda dua (sepeda motor) yang bandel dan melanggar dengan tidak mengenakan pelindung kepala juga akan ditilang.
Keempat, berkendara dalam pengaruh alkohol. Ini berlaku untuk semua pengemudi, tak pandang bulu roda dua maupun roda empat, roda enam, dan seterusnya.
Kelima, berboncengan lebih dari 1 orang. Pengendara roda dua yang suka bonceng tiga bahkan lebih akan ditindak, sanksinya berat.
Keenam, melawan arus lalu lintas. Pengemudi roda empat dan pengendara roda dua harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta tidak melakukan pelanggaran. Apalagi, mereka yang kerap melawan arah akan mencicipi akibatnya.
Ketujuh, berkendara melebihi batas kecepatan. Pengemudi yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan lebih dari 40 kilometer hingga 60 kilometer per jam akan dikenakan sanksi, ditilang lagi.
Kedelapan, penggunaan knalpot brong atau knalpot resing yang tak sesuai peruntukannya akan ditindak tegas. Polisi juga mengimbau pedagang dan bengkel agar menjual sesuai peruntukannya.
Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46










