PEGUNUNGAN BINTANG – Satu pucuk senjata api milik kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XV Ngalum Kupel diserahkan secara sukarela kepada Komando Operasi (Koops) Swasembada di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Selasa (17/2/2026).
Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan pihak TNI dari Koops Swasembada, dijelaskan bahwa penyerahan senjata tersebut dilakukan oleh dua orang berinisial A.T dan D.T setelah melalui proses komunikasi serta pembinaan intensif dari personel Satgas jajaran Koops Swasembada yang bertugas di wilayah tersebut.
Proses ini disebut berlangsung secara persuasif dengan mengedepankan dialog dan pendekatan kekeluargaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut dinilai menjadi bukti bahwa strategi non-represif mampu membuka ruang kesadaran bagi anggota kelompok bersenjata untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya membangun kepercayaan dan menjamin keselamatan masyarakat di wilayah konflik.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Swasembada, Novi Rubadi Sugito, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif prajurit di lapangan yang tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam setiap operasi.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Kami ingin saudara-saudara kita yang masih berada di kelompok bersenjata menyadari bahwa masa depan Papua yang damai hanya dapat terwujud melalui persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.
“Penyerahan senjata ini menjadi bukti bahwa dialog dan pendekatan persuasif mampu menghadirkan solusi yang lebih baik,” imbuhnya.
Menurutnya, komitmen Koops Swasembada tidak hanya terbatas pada menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman Papua.
Keberhasilan ini menambah catatan positif Koops Swasembada dalam upaya meredam potensi gangguan keamanan di Pegunungan Bintang.
Distrik Kiwirok sendiri selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan karena dinamika keamanan yang fluktuatif.
Dengan penyerahan senjata tersebut, situasi keamanan di Distrik Kiwirok diharapkan semakin kondusif.
Stabilitas yang terjaga diyakini akan membuka ruang lebih luas bagi pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta aktivitas sosial-ekonomi masyarakat berjalan tanpa gangguan.
Pendekatan dialogis yang terus digencarkan aparat keamanan di Tanah Papua pun menjadi sinyal bahwa penyelesaian konflik tidak selalu harus melalui kekuatan bersenjata, melainkan dapat ditempuh melalui komunikasi, pembinaan, dan komitmen bersama untuk menciptakan kedamaian yang berkelanjutan.








