Home / DPR / Suara

Yohanes Kemong Minta Tokoh-tokoh di Mimika Bersatu Tentukan Calon Pemimpin Daerah

Endy Langobelen

Senin, 22 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Organisasi Kaum Intelektual Amungme (OKIA), Yohanes Kemong. (Foto: Istimewa)

i

Ketua Organisasi Kaum Intelektual Amungme (OKIA), Yohanes Kemong. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Ketua Dewan Pengarah Organisasi Kaum Intelektual Amungme (OKIA), Yohanes Kemong, meminta para tokoh di Kabupaten Mimika untuk duduk bersama dan berunding membahas sosok calon pemimpin daerah yang mesti diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Permintaan itu dikemukakannya melalui sebuah video yang berdurasi 3 menit 30 detik pada Senin (22/4/2024) pagi.

Pria yang akrab disapa Kaka YK itu mengimbau kepada sejumlah tokoh-tokoh besar di Mimika, baik tokoh masyarakat, tokoh pimpinan lembaga adat, hingga tokoh-tokoh intelektual agar segera bersatu dan merekomendasikan figur pemimpin yang tepat untuk Kabupaten Mimika.

“Bulan (tahun) ini adalah bulan bagaimana menentukan calon Bupati Kabupaten Mimika. Oleh karena itu, saya meminta kepada tokoh-tokoh Lemasko (Lembaga Musyawarah Adat Masyarakat Kamoro), tokoh-tokoh Lemasa (Lembaga Musyawarah Adat Masyarakat Amungme), yang mana selama ini menjadi dua kubu, tiga kubu, agar bersatu dan duduk membicarakan tentang Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika periode 2024-2029,” ujar Kaka YK.

Baca Juga :  Mulai 2 Desember, Jalan Budi Utomo Timika Diberlakukan 2 Arah

Begitu pun kepada tokoh-tokoh intelektual, dalam hal ini tokoh-tokoh di OKIA, diminta agar melakukan kajian dalam rangka menyeleksi kader-kader partai yang berasal dari Suku Kamoro maupun Amungme untuk nantinya diusung ke Partai Politik menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika.

Menurut YK, Mimika sebagai bagian dari daerah otonomi khusus (Otsus) harus dipimipin juga oleh sosok yang berasal dari kedua suku besar di Mimika yakni Kamoro dan Amungme.

“Mereka (Kamoro dan Amungme) harus menjadi tuan, menjadi pemimpin di tanahnya sendiri. Mereka yang harus melihat, melindungi, dan menjaga daerah Mimika ini,” harap YK.

Untuk itu, Kaka YK kembali menegaskan kepada tokoh-tokoh Lemasa dan Lemasko yang masih berkutat dalam dualisme kelembagaan serta masih berdiri secara berkubu-kubu untuk dapat menurunkan egonya dan bersatu membicarakan sosok pemimpin Mimika ke depannya.

Baca Juga :  GKII Wilayah II Pegunungan Tengah Papua Mantapkan Program 2023 dalam Rakerwil ke-1

Semua pihak diminta berkumpul menjadi satu dan membahas tentang Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika dalam lima tahun mendatang.

YK juga tegas meminta semua lembaga-lembaga yang sebelumnya disebut terbagi dalam beberapa kubu itu tidak lagi bicara tentang hal-hal yang kecil, sepele, dan tidak berarti.

“Paling penting adalah Kepala Daerah Kabupaten Mimika. Oleh karena itu, saya mengajak untuk semua pihak lebih khusus Amungme dan Kamoro agar bulan ini sampai dengan bulan Juli itu duduk bicara tentang Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika,” tuturnya.

“Saya mengajak ini untuk kita semua menjadi paham, karena tuan rumah wajib untuk memikirkan hal ini, yaitu Amungme Kamoro wajib mempersiapkan diri menjadi tuan rumah untuk melayani semua orang” tandas YK.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong
Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:36 WIT

Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:15 WIT

Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT