6 Napi Lapas Wamena Kabur, Satunya Komandan KKB

Endy Langobelen

Kamis, 27 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota KKB, Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka, ditangkap sebelumnya pada 2024 lalu. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025)

Anggota KKB, Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka, ditangkap sebelumnya pada 2024 lalu. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025)

WAMENA – Sebanyak enam narapidana (napi) dilaporkan kabur dari Lembaga Permasyarakatan (Lapa) Kelas IIB Wamena pada Selasa (25/2/2025) sore sekitar pukul 15.00 WIT.

Satu di antara keenam orang tersebut adalah Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka, yang ditangkap setahun lalu sebagai anggota aktif Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjabat Komandan Operasi dan Komandan Batalyon Yamue Kodap XVI Yahukimo. Dia terlibat sejumlah aksi kriminal termasuk pembunuhan aparat.

Sementara lima lainnya yakni Ferly Wesabla alias Ferlin, Ariel Sonyap alias Korooway, Serius Asso, Rio Elopere, dan Nelis Heluka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, dijelaskan kronologinya bahwa pada pukul 15.00 WIT, para tahanan diberikan waktu untuk beraktivitas di area dalam lapangan Lapas Kelas IIB Wamena.

Selanjutnya sekitar pukul 15.09 WIT, di tengah hujan lebat, tujuh tahanan membobol pagar pertama di sebelah kiri dalam Lapas menggunakan tang potong.

Mereka pun melarikan diri dengan memanjat pagar kedua menggunakan tali syal sepanjang satu meter yang diikatkan pada kawat duri.

Pada saat berupaya melarikan diri, salah satu dari tujuh tahanan tersebut berhasil diamankan oleh petugas Lapas. Sementara enam lainnya telah kabur melarikan diri.

Baca Juga :  Gereja Serukan Penghentian Kekerasan di Papua: Harus Bicara, Jangan Diam!

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi KKB dan akan terus memburu para pelarian hingga tertangkap.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kedamaian dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Upaya pengejaran terhadap narapidana yang kabur ini akan terus kami intensifkan,” ujar Faizal.

Sementara Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga situasi tetap kondusif dan segera melaporkan kepada aparat keamanan jika mengetahui informasi terkait keberadaan para pelarian,” kata Kombes Pol. Yusuf.

Yusuf menerangkan bahwa Penihas Heluka sebelumnya ditangkap pada 19 Mei 2023 oleh Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz atas keterlibatannya dalam serangkaian aksi kriminal, termasuk pembunuhan terhadap aparat keamanan.

“Dia divonis 13 tahun penjara pada 7 Februari 2024 dan baru menjalani masa tahanan selama satu tahun sebelum melarikan diri,” terang Yusuf.

Dikatakan, saat ini, Satgas Ops Damai Cartenz-2025 tengah bekerja sama dengan pihak Lapas dan kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini dan memastikan para pelarian segera tertangkap guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Wamena dan sekitarnya.

Baca Juga :  Karantina Papua Tengah Gagalkan Pengiriman Dua Produk Hewan Ilegal

Di samping itu, Sebby Sambom, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau yang disebut KKB oleh polisi, mengatakan bahwa Kopi Tua Heluka telah bergabung kembali dengan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Hal itu, kata Sebby, dilaporkan langsung secara resmi oleh Kopi Tua Heluka kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Rabu (26/2/2025).

“Atas pertolongan Tuhan, alam, dan leluhur bangsa Papua, saya telah berhasil melarikan diri dari penjara kecil ke penjara besar, kemarin sekitar jam 15.30 sore dan telah siap melakukan pertempuran melawan militer pemerintah Indonesia di medan perang,” kata Kopi Tua Heluka dalam laporannya.

Berkaitan dengan kembalinya Kopi Tua Heluka ke pasukan TPNPB, maka Sebby menyampaikan kepada semua pejuang kemerdekaan Papua untuk menghormati Kopi Tua Heluka sebagai gerilyawan sejati yang telah menyerahkan nyawa untuk bisa lolos dari dalam penjara.

“Disampaikan kepada Pemerintah dan aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan intimidasi dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil saat melakukan operasi penangkapan tanpa menjamin keamanan warga sipil di wilayah konflik bersenjata dan juga Mayor Kopitua Heluka telah berada di Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo saat ini,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya
Polisi Bongkar Jaringan Amunisi Ilegal di Jayapura, 4 Tersangka Diamankan
Pendulang Blokir Jalan, Polisi Siap Jembatani Audiensi ke DPRK Mimika
Modus FG Terkuak: Sasar Perempuan Sendiri, Biayai Hidup dari Hasil Jambret di Timika
Polisi Bekuk Spesialis Curas dan Asusila, Beraksi di 16 Titik Mimika
Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka
Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi
Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:33 WIT

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 01:07 WIT

Polisi Bongkar Jaringan Amunisi Ilegal di Jayapura, 4 Tersangka Diamankan

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:28 WIT

Pendulang Blokir Jalan, Polisi Siap Jembatani Audiensi ke DPRK Mimika

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:17 WIT

Modus FG Terkuak: Sasar Perempuan Sendiri, Biayai Hidup dari Hasil Jambret di Timika

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:39 WIT

Polisi Bekuk Spesialis Curas dan Asusila, Beraksi di 16 Titik Mimika

Berita Terbaru

Situasi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. dok. Istimewa

Utama

Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:45 WIT

Kapolsek Mimika Barat Inspektur Polisi Dua Muhamad Yani, berdialog dengan warga di Kapiraya, Mimika Barat Tengah. dok. Polsek Mimika Barat

Hukrim

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 18:33 WIT