Tokoh Pemuda di Mimika Desak Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Ahmad

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Intelektual Distik Kwamki Narama, Awen Magai. (Foto: Istimewa)

Tokoh Intelektual Distik Kwamki Narama, Awen Magai. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Konflik dua kelompok warga, yakni kubu Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sampai hari ini masih berlanjut.

Meski berbagai upaya penyelesaian konflik telah dilakukan guna membawa kedamaian di Kwamki Narama, namun kedua kubu yang bertikai tak kunjung mencapai kesepakatan damai.

Selain Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, yang didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang sempat menemui kedua belah pihak, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa juga telah berkunjung ke Kwamki Narama beberapa waktu lalu sebagai upaya percepatan perdamaian.

Namun, semua upaya yang sudah dilakukan tidak membuahkan hasil. Perang berlanjut, bahkan kini telah keluar dari zona perang yang sudah ditentukan dan telah menelan lebih dari 10 korban jiwa.

Menyikapi situasi ini, Tokoh Pemuda asal Kwamki Narama, Awen Magai, pun mendesak agar pemerintah daerah segera menemukan solusi untuk mendamaikan para pihak bertikai di Kwamki Narama.

“Pemerintah Kabupaten Mimika harus melakukan upaya pendekatan persuasif dengan Waemum (tokoh perang) yang berada di pihak Newegalen maupun Dang supaya dengan situasi ini mungkin pemerintah bisa ambil jalan tengah secepat mungkin,” kata Awen melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Kabar Tentang Obat Malaria “Biru” di Mimika

Menurut Awen, selama perang ini berlangsung, masyarakat setempat khususnya yang berada di area perang dan sekitarnya hidup dalam ketakutan.

Mereka kerap sulit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, baik berkebun, bepergian maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Awen mengatakan, semua pihak yang ada di Kwamki Narama tentunya merindukan perdamaian dan tidak menginginkan perang ini terus berlanjut.

Selain itu, ia juga menyoroti perang yang saat ini sudah keluar dari zona perang. Ia berharap, sebelum perang ini semakin meluas, pemerintah dan aparat keamanan dapat segera menemukan solusi untuk mempercepat upaya perdamaian.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Kamis, 24 September 2026 - 13:39 WIT

Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIT

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terbaru

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT