Yoakim Mujizau Kecam Penembakan Pilot di Boven Digoel: Itu Tindakan Tidak Manusiawi

Endy Langobelen

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Bersenjata di Wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Yoakim Mujizau. (Foto: Istimewa)

Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Bersenjata di Wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Yoakim Mujizau. (Foto: Istimewa)

PAPUA – Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Bersenjata di Wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Yoakim Mujizau, mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat perintis yang diduga dilakukan Kelompok TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kabibal.

Kelompok tersebut disebut berada di bawah komando Panglima Brigjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Kopitua Heluka. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026.

Yoakim menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, mengingat pesawat perintis memiliki peran vital dalam menjangkau wilayah-wilayah terpencil Papua yang belum sepenuhnya terlayani pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pesawat perintis itu hadir untuk menjangkau dan melayani masyarakat di kampung-kampung dan distrik-distrik yang belum terlayani. Para pilot ini berani mempertaruhkan keselamatan demi mengantar kebutuhan hidup masyarakat di wilayah pelosok,” tegas Yoakim.

Menurutnya, keberadaan pesawat kecil di Papua bukan sekadar sarana transportasi, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat di daerah terisolir.

Baca Juga :  Forum Otsus Papua Dorong Revisi Aturan Anggaran dan Penguatan Layanan Dasar

Distribusi bahan pokok seperti beras, gula, garam, minyak goreng, serta kebutuhan sehari-hari lainnya sangat bergantung pada transportasi udara perintis.

Selain itu, pesawat perintis juga menjadi satu-satunya akses transportasi bagi warga yang hendak bepergian dari dan ke distrik-distrik terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Melalui pesawat kecil inilah masyarakat bisa merasakan pelayanan. Pemerintah kabupaten tidak mungkin menjangkau semua distrik secara langsung. Pesawat perintis menjadi penghubung utama,” ujarnya.

Yoakim juga menegaskan bahwa dalam situasi konflik bersenjata, prinsip pembedaan antara kombatan dan warga sipil harus tetap dijunjung tinggi.

Ia menyampaikan bahwa jika konflik terjadi, maka seharusnya hanya melibatkan pihak-pihak yang bertikai secara langsung.

“Kalau mau berperang, silakan berperang tapi dengan kombatan, karena masing-masing mempertahankan harga diri, Papua merdeka harga mati, NKRI harga mati,” tuturnya.

Baca Juga :  Seorang Penjaga Kios Ditembak di Puncak Papua Tengah

“Karena masing-masing mempertahankan harga diri, ya silakan berperang kombatan dan kombatan, jangan melibatkan dan jangan meneror, menembaki pilot, tenaga kesehatan, tenaga guru, dan warga sipil lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap langkah perjuangan.

“Semua TPNPB-OPM yang melakukan perlawanan, yang melakukan gerakan-gerakan di daerah gunung harus menjaga perikemanusiaan. Ya, kemanusiaan itu di atas segala-galanya, karena mereka juga berjuang mempertahankan diri, mereka mengatakan mereka mau merdeka dan lain-lain, itu semua karena demi kemanusiaan, karena tidak mau manusia lain menindas manusia lain,” tegas Yoakim.

Ia menambahkan bahwa perjuangan apa pun bentuknya tidak boleh mengorbankan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik.

“Jangan mengesampingkan kemanusiaan. Rakyat sipil, terutama pilot-pilot yang berani masuk ke wilayah terpencil demi menjamin kelangsungan hidup masyarakat, harus dilindungi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai
Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport
MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian
Temui Wapres, Kepala Suku Amungme Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang
Wapres Gibran di Mimika: Bantuan Disorot, UMKM Lokal Terabaikan
Harapan Mama Papua Usai Selfie Bareng Wapres Gibran di Mimika
“Wisata Mancing Dadakan” di Jalan Ahmad Yani Mimika, Sindiran Halus untuk Genangan Abadi

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIT

Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:10 WIT

Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport

Kamis, 30 April 2026 - 06:11 WIT

MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian

Rabu, 29 April 2026 - 17:17 WIT

Temui Wapres, Kepala Suku Amungme Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang

Berita Terbaru

Bangunan Gereja Katolik di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkap layar video amatir warga)

Peristiwa

Gereja Katolik di Poumako Mimika, Papua Tengah Terbakar

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:29 WIT

Dinas Lingkungan Hidup bersama PT Freeport Indonesia melakukan pembersihan sungai yang di penuhi sampah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Freeport

DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:15 WIT