Kunjungan RSUD Mimika Naik 18 Persen Sepanjang 2025, Lonjakan Pasien Non-Darurat Padati IRD

Ahmad

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung IRD RSUD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Gedung IRD RSUD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika mencatat lonjakan signifikan jumlah kunjungan pasien sepanjang tahun 2025.

Peningkatan itu sekaligus menyoroti tantangan serius pada layanan Instalasi Rawat Darurat (IRD) yang kini dibebani banyak kasus non-darurat.

Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, mengungkapkan bahwa total kunjungan pasien pada tahun 2025 mencapai 141.259 pasien, atau meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 119.648 pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari seluruh layanan yang ada, IRD menjadi unit dengan peningkatan kunjungan paling tinggi. Jumlah pasien IRD melonjak hingga 59,6 persen, dari 32.387 pasien pada tahun 2024 menjadi 51.676 pasien di tahun 2025.

Baca Juga :  Obat Malaria DHP Frimal Kembali Tersedia di Mimika, Setelah Sempat Langka

Namun, lonjakan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari kasus kegawatdaruratan. Anton menyebutkan, hampir 40 persen pasien yang datang ke IRD merupakan kasus non-darurat yang seharusnya dapat ditangani di poliklinik atau fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Kalau pasien IRD yang kategori tidak darurat itu kita siapkan poli. Tapi kalau dengan kunjungan yang banyak atau peningkatan kunjungan itu pasti full. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar Anton.

Tingginya jumlah kunjungan ini berdampak langsung pada kapasitas tempat tidur di IRD. Kondisi tersebut memaksa rumah sakit menambah bed (tempat tidur) di luar kapasitas ideal yang tersedia.

“Melebihi kapasitas, kadang-kadang di IRD untuk bed yang seharusnya kami siapkan untuk IRD 28 sampai 30 pasien itu terpaksa kita ekstra bed karena bisa sampai 70 pasien IRD,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mimika Masih Bebas dari Penyakit Gagal Ginjal Akut

Selain membebani IRD, kepadatan pasien juga berdampak pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), terutama ketika pasien harus menunggu ketersediaan ruang rawat inap lanjutan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak RSUD Mimika berencana meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan layanan IRD secara tepat, agar fasilitas darurat dapat difokuskan bagi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan.

Anton menegaskan, pihaknya juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan rumah sakit guna menjawab tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Mimika.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program Sa Antar Ko RSUD Mimika Layani Ribuan Pasien OAP, Serap Anggaran Rp145 Juta
Penanganan Stunting di Mimika Kian Efektif, Kasus Turun Signifikan Sepanjang 2025
Positivity Rate Malaria Mimika Turun ke 15 Persen, Deteksi Diperluas hingga 1 Juta Tes
21 Tahanan Konflik Kwamki Narama Dibebaskan, 9 Orang Proses Hukum
Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Tetapkan KLB
HIV-AIDS di Mimika Meningkat pada 2025, Dinkes Tekankan Kepatuhan Pengobatan
Dinas Kesehatan Paniai Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Massal di Distrik Bayabiru
Lika-liku Perjalanan RSUD Mimika Menuju Rumah Sakit Tipe B

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:19 WIT

Program Sa Antar Ko RSUD Mimika Layani Ribuan Pasien OAP, Serap Anggaran Rp145 Juta

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:02 WIT

Kunjungan RSUD Mimika Naik 18 Persen Sepanjang 2025, Lonjakan Pasien Non-Darurat Padati IRD

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:18 WIT

Penanganan Stunting di Mimika Kian Efektif, Kasus Turun Signifikan Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:33 WIT

Positivity Rate Malaria Mimika Turun ke 15 Persen, Deteksi Diperluas hingga 1 Juta Tes

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:21 WIT

21 Tahanan Konflik Kwamki Narama Dibebaskan, 9 Orang Proses Hukum

Berita Terbaru