MIMIKA — Kejutan besar terjadi di partai final Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup II. Tim pesisir, SMA Negeri 3 Kokonao, secara luar biasa sukses membungkam SMA Taruna dengan skor telak 3-0 dalam laga pamungkas yang digelar di Goldstone Arena, Kamis malam (21/5/2026).
Kemenangan ini menjadi pembuktian magis anak-anak Kokonao. Datang dari wilayah pesisir Mimika yang minim fasilitas dan sarana prasarana olahraga, mereka justru tampil mendominasi sejak babak penyisihan hingga sukses mengangkat trofi juara.
Pesta SMAN 3 Kokonao kian lengkap setelah sang punggawa bernomor punggung 12, Edison Aturi, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik turnamen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara gelar Top Skor diraih oleh Abdullah dari SMKN 2 Mimika, dan predikat Penjaga Gawang Terbaik diraih oleh kiper tim runner-up, Ahmad Maulana.
Adapun juara 2 turnamen ialah SMA Taruna dan posisi ketiga ditempati oleh SMA YPPGI disusul SMK Harapan di posisi keempat.
Prosesi penyerahan piala bergilir diserahkan langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, didampingi legenda hidup sepak bola Papua, Boaz Solossa dan Titus Bonai, serta komika Yewen yang turut menyemarakkan seremoni penutupan.
Staf Ahli Bupati Mimika, Fransiskus Bokeyau, yang hadir mewakili pemerintah daerah, mengapresiasi tinggi konsistensi penyelenggaraan turnamen kepemudaan ini.
Menurutnya, ajang ini tidak sekadar kompetisi, melainkan wadah krusial untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kepemudaan dan olahraga seperti ini. Karena kami percaya bahwa pembinaan generasi muda harus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan yang positif, sehat, dan produktif,” ujar Fransiskus.
Janji Kapolda: Gas Terus Januari 2027
Melihat antusiasme penonton yang meluber hingga ke ranah digital melalui siaran langsung TikTok, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengaku terharu.
Ia bahkan menceritakan laporan dari Kapolsek Kokonao mengenai warga kampung yang menggelar nonton bareng menggunakan layar tancap di depan kantor polsek.
“Saya tadi bicara dengan Kakak Boas dengan Kakak Tibo, terus Kakak Yewen, inilah aslinya Kabupaten Mimika. Di tengah keterbatasan tapi mampu menunjukkan kelas,” kata Rontini bangga.
Rontini menegaskan, kompetisi rutin adalah kunci merawat bakat alami anak-anak Papua. Ia pun langsung membidik rencana kolaborasi yang lebih besar, termasuk menggandeng sektor swasta seperti PT Freeport Indonesia untuk menggarap turnamen kelompok umur SMA yang tersinkronisasi dengan program Papua Football Academy (PFA).
“Kita mungkin sebentar saja menjabat, tetapi dengan kegiatan ini, antusiasme positif dijadikan pondasi untuk turnamen-turnamen berikutnya. Ya siapapun nanti Kapolda pengganti atau Kapolres pengganti beliau ini bisa membuat turnamen yang sama tahun depan. Saya tadi bisik ke Bapak juga, Bapak, Januari besok kita bikin, Januari 2027 kita bikin,” tegasnya.
Tak hanya berhenti di level pelajar, Rontini melempar wacana akan membuka turnamen kategori umum pada edisi mendatang dengan skala yang lebih luas.
“Turnamen berikutnya yang akan kita bikin ini umum, Kakak Bochi dengan Kakak Tibo, kamorang boleh bawa pemain dari Jayapura, boleh bawa pemain dari Sorong main di tempat ini. Kita akan buka untuk umum, tampilkan pemain-pemain yang terbaik dari wilayah luar Mimika, kita tampilkan sehingga ini menjadi hiburan bagi anak-anak di kabupaten, jadi motivasi,” pungkasnya.
Turnamen skala regional ini sukses terlaksana atas sinergi kuat dari Polda Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Tropis Cartenz Jaya, dan manajemen Goldstone Arena.
Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup II bukan sekadar panggung juara bagi SMAN 3 Kokonao yang sarat keterbatasan, melainkan potret nyata melimpahnya talenta sepak bola di pelosok Papua.
Respons masif dari masyarakat dan komitmen kepolisian bersama pemda menjadi sinyal kuat bahwa turnamen ini akan bertransformasi menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan kompetitif pada Januari 2027.






















