Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen

Ahmad

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Paripurna DPRK Mimika saat pembahasan LKPJ 2025 dan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Selasa, 28 Juli 2026. Legislatif menyoroti rendahnya serapan belanja modal yang hanya mencapai 82,15 persen dari total anggaran daerah. GaleriPapua/ Ahmad

Suasana Rapat Paripurna DPRK Mimika saat pembahasan LKPJ 2025 dan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Selasa, 28 Juli 2026. Legislatif menyoroti rendahnya serapan belanja modal yang hanya mencapai 82,15 persen dari total anggaran daerah. GaleriPapua/ Ahmad

MIMIKA – Realisasi belanja daerah Kabupaten Mimika pada 2025 hanya mencapai 82,15 persen meski pendapatan daerah hampir menyentuh target penuh. Ketimpangan ini dipicu oleh mandeknya pengerjaan proyek infrastruktur fisik di kawasan pesisir dan pegunungan.

Pemerintah Kabupaten Mimika mencatatkan pendapatan daerah sebesar Rp6,05 triliun atau 98,38 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah bahkan melampaui target hingga 117,38 persen. Namun realisasi belanja daerah hanya Rp5,58 triliun dari total anggaran yang ditetapkan.

Pos belanja modal untuk proyek jalan dan jembatan menjadi sumber masalah utama. Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyebut tiga faktor penghambat: transisi kepemimpinan daerah, penyesuaian regulasi nasional, dan kondisi geografis yang ekstrem. “Tantangan geografis di wilayah pesisir dan pegunungan turut memengaruhi kecepatan eksekusi proyek di lapangan,” ujar Emanuel dalam Rapat Paripurna I Masa Sidang II DPRK Mimika, Selasa, 28 Juli 2026.

Dalam rapat yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban 2025 dan Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 itu, Emanuel berjanji membenahi sistem pengadaan barang dan jasa serta memperketat pengawasan internal agar masalah serupa tidak berulang.

Pemkab juga mengklaim alokasi Dana Otonomi Khusus tetap diprioritaskan untuk pemenuhan hak dasar Orang Asli Papua. Di sektor pendidikan, Standar Pelayanan Minimal PAUD dan SD disebut melampaui target. Di sektor kesehatan, tingkat kepuasan masyarakat diklaim tinggi.

Baca Juga :  Omaleng Kembalikan Jabatan Tiga Srikandi ke Posisi Semula

Terlepas dari rendahnya serapan belanja modal, Pemkab Mimika menyatakan masih mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, serta meraih Paritrana Award dan Harmony Award pada periode yang sama.

Dokumen LKPJ dan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 kini resmi diserahkan kepada legislatif untuk dibahas dalam pemandangan umum fraksi-fraksi DPRK Mimika.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif
125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus
Sunset Run Mimika Kehabisan Kuota, Nikah Massal Masih Tunggu 30 Pasangan
Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’, Organisasi Pers Tuntut Permintaan Maaf
Anggota DPRP Papua Tengah Minta Pusat Evaluasi Pasukan Non-Organik di Intan Jaya
BRIDA Mimika Bakal Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual, Ini Peran dan Fungsinya
Kakanwil Hukum Papua Minta Mimika Segera Terbitkan Perda HKI
BRIDA Mimika Dorong Perlindungan Hukum bagi Inovasi dan Karya Lokal

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WIT

DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:00 WIT

Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:43 WIT

125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:06 WIT

Sunset Run Mimika Kehabisan Kuota, Nikah Massal Masih Tunggu 30 Pasangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:28 WIT

Anggota DPRP Papua Tengah Minta Pusat Evaluasi Pasukan Non-Organik di Intan Jaya

Berita Terbaru