WAMENA – Seorang pria pendatang yang berprofesi sebagai sopir diduga ditahan sekelompok orang bersenjata di salah satu ruas jalan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 48 detik yang beredar. Dalam video itu, pria yang mengenakan jaket hitam dan celana pendek berwarna krem tampak berdiri di tengah jalan bersama sekitar delapan orang.
Sejumlah orang dalam kelompok tersebut terlihat membawa senjata api laras panjang dan senjata tajam berupa parang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam video, pria tersebut kemudian diminta mengangkat bendera dan menyampaikan seruan dukungan terhadap Papua merdeka.
Di bawah situasi tersebut, pria itu menyampaikan pernyataan yang pada intinya menyebut dirinya mendukung Papua merdeka serta mengkritik perhatian pemerintah Indonesia terhadap Papua.
“Ya kamu Indonesia, saya kasih tahu memang Papua memang harus merdeka karena Papua ini bagian dari negara yang sudah besar,” ujar pria tersebut dalam video.
Ia juga menyebut dirinya telah bekerja sebagai sopir dan melayani perjalanan di wilayah Papua sejak 2013 hingga 2026.
“Jadi saya sebagai pendatang terutamanya sebagai sopir ini dari dulu saya sudah melayani dari 2013 sampai sekarang sampai 2026 saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka,” kata pria itu sembari sebuah moncong senjata mengarah ke kepalanya.
Informasi yang dihimpun Galeripapua.com, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 WIT di kawasan Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Kabupaten Jayawijaya.
Pria tersebut diketahui bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya, warga nonlokal asal Toraja.
Setelah menerima laporan, aparat disebut langsung merespons dengan mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran.
“Iya, lagi didalami,” ujar Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi Aris Sanda dan keberadaannya setelah peristiwa tersebut.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom juga mengonfirmasi adanya informasi mengenai peristiwa tersebut. Namun, ia mengatakan masih menunggu laporan dari pasukan di lapangan.
“Ya benar, tapi kami tunggu laporan konfirmasi dari Pasukan TPNPB, nanti kami info,” ujar Sebby saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini terjadi di tengah situasi keamanan di wilayah pegunungan Papua yang masih menjadi perhatian aparat dan masyarakat.
Sebelumnya, tiga aparatur sipil negara (ASN) di Wamena juga menjadi korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata.
Ketiga ASN tersebut dilaporkan sedang menjalankan tugas, di antaranya memberikan bantuan ternak anak babi, mengecek lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan peternakan.
Saat perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga diadang kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti. Ketiganya pun ditewas mengenaskan di tangan kelompok bersenjata tersebut.










