Aktivis Mimika Desak Perda Khusus Lindungi Komoditas Lokal, Ancam Aksi Besar

Endy Langobelen

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yoki Sondegau, aktivis mahasiswa sekaligus Ketua Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Timika (SOMAMA-TI). (Foto: Istimewa/SOMAMA-TI)

Yoki Sondegau, aktivis mahasiswa sekaligus Ketua Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Timika (SOMAMA-TI). (Foto: Istimewa/SOMAMA-TI)

MIMIKA — Aktivis mahasiswa sekaligus Ketua Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat (SOMAMA-TI), Yoki Sondegau, mengecam lambatnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) yang dinilai krusial untuk melindungi komoditas lokal di Kabupaten Mimika.

Ia menilai DPRD dan pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam memberikan perlindungan hukum bagi komoditas milik masyarakat asli Papua, khususnya mama-mama pasar.

“Saya mengecam keras lambatnya penerapan Perda yang telah diusulkan oleh SOMAMA-TI kepada pihak legislatif agar dijadikan landasan hukum untuk melindungi komoditas lokal di Kabupaten Mimika,” tegas Yoki dalam pernyataan tertulis yang diterima Galeripapua.com, Senin (31/12/2025) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yoki bahkan mencurigai adanya unsur pembiaran yang disengaja oleh para legislator terhadap persoalan ini.

“Karena saya bersama mama-mama pasar telah berulang kali melakukan aksi demonstrasi, bahkan saya sudah muak harus terus turun ke Kantor DPRD untuk menuntut hak-hak tersebut,” katanya.

Aksi terakhir berlangsung pada 21 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Otonomi Khusus Papua.

Baca Juga :  Dorong Mimika Jadi Kota Harmoni Beragama FKUB Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Tentang Moderasi dan Toleransi

“Dalam aksi tersebut, saya mendengar langsung pernyataan dari pihak legislatif yang mengatakan bahwa Perda terkait sudah ada sejak aksi pertama dilakukan,” lanjut Yoki.

Perda yang dimaksud adalah Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika.

Namun, Yoki menilai Perda tersebut tidak menjawab persoalan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait komoditas lokal.

“Saya dengan tegas membantah klaim tersebut karena Perda tersebut tidak tepat sasaran,” tegasnya.

“Alasan saya menyatakan demikian adalah karena jika berbicara tentang usaha atau bisnis, saya meyakini bahwa sebagian besar Orang Asli Papua (OAP) belum mampu bersaing secara dominan, akibat tidak adanya pengawasan dan pengendalian yang serius dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

Karena itu, ia menilai perlindungan komoditas lokal harus dipisahkan dari pendekatan UMKM semata dan diatur dalam Perda khusus.

“yang seharusnya menjadi sasaran utama untuk diperdakan adalah perlindungan komoditas lokal, bukan semata-mata aspek bisnis atau usaha,” ujarnya.

Baca Juga :  Gol Tunggal Cristian Bawa SMAN 7 Mimika Segel Juara Grup A Kapolda Cup II

Yoki menegaskan tuntutan agar pada tahun mendatang DPRD dan Pemerintah Kabupaten Mimika segera melahirkan Perda khusus tentang perlindungan komoditas lokal.

“Tahun depan harus ada Peraturan Daerah khusus tentang perlindungan komoditas lokal di Kabupaten Mimika,” katanya.

Ia juga memperingatkan akan adanya aksi besar-besaran jika tuntutan tersebut kembali diabaikan.

“Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka saya akan memobilisasi massa rakyat Mimika untuk turun ke jalan secara besar-besaran guna menuntut hak mereka serta membongkar praktik perdagangan komoditas lokal oleh pedagang non-Papua di Kabupaten Mimika,” pungkas Yoki.

Sebelumnya, SOMAMA-TI bersama mama-mama pasar diketahui telah beberapa kali menggelar aksi protes di Mimika, menuntut pembatasan dominasi pedagang non-Papua serta perlindungan harga dan distribusi komoditas lokal seperti hasil kebun dan pangan tradisional Papua.

Aksi-aksi tersebut menjadi penanda meningkatnya tekanan publik terhadap DPRD dan pemerintah daerah agar segera menghadirkan regulasi yang berpihak pada masyarakat lokal.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya
Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai
Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport
MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIT

Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:19 WIT

Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:04 WIT

Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIT

Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT