MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan latar belakang yang menjadi bagian dari kehidupan Kabupaten Mimika.
Ajakan tersebut disampaikan Johannes dalam amanat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Senin (12/10/2026).
Melalui tema Mimika Rumah Kita, Bangkit dan Bergerak dari Kampung ke Kota Menuju Gerbang Emas, Johannes mengingatkan bahwa Mimika merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang pertama, Mimika Rumah Kita. Makna Mimika Rumah Kita ini mengandung pesan bahwa Kabupaten Mimika adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan latar belakang maupun asal daerah,” ujarnya.
Menurutnya, setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga Mimika sebagai tempat yang aman, damai, dan memberikan harapan bagi semua orang.
“Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Mimika sebagai rumah yang harmonis, membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati, memperkuat toleransi, serta memelihara persaudaraan di tengah keberagaman,” katanya.
Johannes menilai persatuan merupakan modal penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Tanpa kebersamaan, berbagai program pemerintah akan sulit berjalan secara optimal.
“Kita harus menyadari bahwa kekuatan Mimika terletak pada kebersamaan. Tidak ada pembangunan yang dapat berjalan dengan baik apabila masyarakatnya terpecah belah,” ujarnya.
Sebaliknya, ia mengatakan persatuan dan semangat gotong royong dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan.
“Mari kita jadikan Mimika sebagai rumah yang membanggakan bagi generasi sekarang dan rumah yang memberikan harapan bagi generasi yang akan datang,” katanya.
Johannes juga mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda mengambil bagian dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
Menurutnya, pembangunan Mimika bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat.
Melalui momentum tiga dekade Mimika, ia berharap semangat persaudaraan terus terpelihara sehingga keberagaman menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.












