MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mendesak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memacu penyerapan anggaran tahun 2026 yang dinilai masih sangat rendah.
Berdasarkan data per 2 Oktober 2026, realisasi keuangan Mimika baru menyentuh angka 46,62% dengan capaian fisik sebesar 51,24%.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, mengeluarkan peringatan keras mengingat sisa waktu efektif pelaksanaan anggaran tahunan tinggal dua bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di saat penyerapan anggaran umum lambat, capaian Dana Otonomi Khusus (Otsus) justru menunjukkan angka signifikan, yakni realisasi keuangan mencapai 73,69% dan fisik sebesar 80,52%.
Abraham meminta pimpinan OPD segera merombak dan mengevaluasi program-program yang stagnan agar terjadi lonjakan serapan anggaran pada bulan berikutnya, sekaligus memangkas ketimpangan capaian antarprogram.
Langkah percepatan ini dinilai sangat krusial untuk menekan potensi timbulnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) berlebihan pada akhir tahun anggaran.
“Saya harap ini jadi perhatian. Kalau boleh bulan depan itu kita sudah harus ada pada posisi 50 atau 50 persen, karena kita sudah mau melaksanakan anggaran untuk perubahan,” kata Abraham.
Abraham menegaskan bahwa jajarannya harus menggenjot kinerja demi menjaga akuntabilitas publik dan menghindari penilaian negatif dari masyarakat terkait efektivitas kerja pemerintah daerah.
“Jangan sampai kita meninggalkan SiLPA yang besar lagi. Padahal SiLPA sesungguhnya tidak masalah, sesungguhnya itu baik, tetapi dari masyarakat melihat itu hal yang tidak baik, tidak baik dalam hal penyerapan anggaran, tidak terealisasi. Ini yang supaya kita perhatikan,” tutupnya.










