JAKARTA – Gaun biru yang menjuntai anggun, mahkota yang bertengger di kepala, dan langkah percaya diri mengantarkan Oktovina Syavina Yani mencuri perhatian di panggung nasional.
Duta Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 itu tampil memukau dalam peragaan busana di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Perempuan muda dari suku Kamoro yang akrab disapa Vina itu melangkah perlahan menyusuri jalur menuju panggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua tangannya terentang, memperlihatkan detail gaun yang dikenakannya. Tangan kanannya menunjukkan selempang Duta TIFA, sedangkan tangan kirinya mengangkat renda gaun yang menjuntai dari bahunya.
Penampilannya menghadirkan siluet anggun yang mengingatkan pada gerakan burung cenderawasih biru (Paradisaea rudolphi) saat menebarkan pesona keindahannya.
Tepuk tangan dan sorakan penonton menyambut setiap langkahnya, menambah kepercayaan diri Vina saat menguasai panggung.
Selempang bertuliskan DUTA TIFA – JUARA UMUM PAPUA CULTURE WEEK 2026 yang melingkar di tubuhnya tak semata-mata aksesori biasa. Selempang itu menjadi penanda perjalanan Vina sebagai representasi talenta muda Papua yang mendapat kesempatan tampil di ruang kreatif nasional.
Diiringi narasi Alfo Smith, Art Director Tifa Creative sekaligus Ketua Koordinator Daerah (Korda) ICCN Papua Tengah, penampilan Vina memperkenalkan sosok perempuan Kamoro yang sedang dipersiapkan untuk menapaki panggung yang lebih besar, termasuk ajang Putri Indonesia dan Miss Indonesia.
Bagi Vina, panggung tersebut memiliki arti tersendiri. Ini merupakan pengalaman pertamanya tampil dalam kegiatan berskala nasional sekaligus kesempatan membawa identitasnya sebagai anak asli Kamoro ke hadapan publik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini pengalaman pertama saya berada di panggung nasional. Saya sebagai anak asli Kamoro bangga karena bisa berdiri di panggung nasional,” kata Vina kepada Galeripapua.com seusai penampilannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Mimika atas dukungan yang diberikan.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Alfo Smith dan Dina Merani yang telah membimbingnya hingga memperoleh kesempatan tampil di Jakarta.
Di balik penampilan yang memikat tersebut, ada proses pendampingan yang menjadi bagian penting dari perjalanan Vina.
Tifa Creative melalui ekosistem ekonomi kreatif yang dibangun lewat festival tahunan TIFA membawa duta mudanya ke panggung Rakornas ICCN 2026 untuk memperluas pengalaman sekaligus membuka peluang pengembangan bakat.
Ketua Umum Tifa Creative, Dina Merani, mengatakan kehadiran Vina di Jakarta menjadi momen membanggakan bagi timnya.
Perjalanan dari Timika hingga ke ibu kota merupakan pengalaman baru bagi Vina, yang untuk pertama kalinya meninggalkan lingkungan tempat tinggalnya di Mimika untuk tampil di panggung nasional.
“Kami sangat bangga dan sangat senang sekali karena Duta TIFA 2026, khususnya Oktovina Syavina Yani, anak asli Kamoro ini, kita bisa membawa dia ke panggung nasional,” ujar Dina.
Menurutnya, kesempatan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi Vina untuk semakin mantap mengembangkan kemampuan di dunia modeling dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Dina juga berharap penampilan Vina dapat menjadi motivasi bagi duta-duta TIFA lainnya agar terus mengasah bakat dan talenta yang dimiliki.
Baginya, ruang tampil dan pendampingan menjadi bagian penting untuk membantu talenta muda Papua memperluas jangkauan serta membangun kepercayaan diri.
Sementara itu, Vina berharap bakat yang dimilikinya dapat terus berkembang dan kelak membuka jalan bagi generasi muda Mimika lainnya.
“Harapan saya ke depannya mungkin dengan saya punya bakat ini, kalau ke depannya saya tidak bisa ini, mungkin ada saya punya adik-adik yang bisa meneruskan bakat ini ke depannya,” tuturnya.
Dari Timika menuju Jakarta, langkah Vina menjadi gambaran bagaimana ruang kreatif dapat membuka kesempatan bagi talenta muda Papua untuk tampil lebih luas.
Di balik gaun biru dan sorotan panggung, ada harapan agar semakin banyak anak muda Mimika yang berani menunjukkan kemampuan mereka dan membawa identitas budaya Papua ke panggung nasional.













