Peningkatan Kualitas SDM, Penentu Masa Depan Ekowisata Mangrove Pigapu

Ahmad

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama para pengelola Ekowisata Mangrove Pigapu dengan jajaran Management Yayasan Ekologi Sahul Lestari, perwakilan Disparbudpora, Perwakilan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Tengah, di Ballroom Hotel Cartenz Timika. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Foto bersama para pengelola Ekowisata Mangrove Pigapu dengan jajaran Management Yayasan Ekologi Sahul Lestari, perwakilan Disparbudpora, Perwakilan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Tengah, di Ballroom Hotel Cartenz Timika. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Kampung Pigapu, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus dilakukan bagi para pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pigapu, khususnya Kelompok Usaha Ekowisata Mangrove Apiriyu.

Yayasan Ekologi Sahul Lestari yang telah lama mendampingi masyarakat Kampung Pigapu, sejauh ini telah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas SDM mulai dari sosialisasi hingga pelatihan-pelatihan.

Kali ini, para pengelola Ekowisata Mangrove Pigapu diberikan pelatihan pemandu Eko Wisata Mangrove Pigapu selama dua hari, Kamis (30/11/2023) hingga Jum’at (1/12/2023), di Ballroom Hotel Cartenz Timika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Community Development Yayasan Ekologi Sahul Lestari, Simon Perez, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan sejumlah individu di tingkat lokal yang terlatih sebagai pemandu wisata mangrove yang dapat memfasilitasi kegiatan wisata sekaligus meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat setempat tentang hutan mangrove, hutan pantai, dan potensi kehati serta sosial budaya masyarakat adat Kamoro di Kampung Pigapu dan Hutan msebagai kawasan ekowisata.

Kemudian, tujuan lainnya juga yakni mengembangkan materi pelatihan ekowisata mangrove Pigapu (dari aspek keanekaragaman hayati, sosial, dan budaya) dan teknik memandu wisata secara profesional.

Simon menerangkan, program pengembangan Ekowisata Mangrove Kampung Pigapu merupakan program yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelompok perempuan dan pemuda untuk mengelola praktik pengelolaan berkelanjutan.

Kata Simon, program pengembangan Ekowisata Mangrove pada wilayah pengelolaan perhutanan sosial hutan desa Kampung Pigapu adalah dengan memfasilitasi pembentukan kelompok perempuan dan pemuda serta memperkuat kapasitas untuk terlibat dalam mengelola konsesi perhutanan sosial, sekaligus memfasilitasi kelompok perempuan dan pemuda untuk mengelola 2.291 hektar perhutaan sosial.

“LPHD Pigapu merupakan Perhutanan Sosial yang dikelola dengan skema Hutan Desa (HD) dan memiliki peranan yang strategis bagi perkembangan ekonomi masyarakat adat kampung Pigapu,” terang Simon kepada media ini, Jumat (1/12/2023) usai penutupan kegiatan pelatihan.

Baca Juga :  Polsek Mimika Baru Masuk SD, Tekan Kasus Bullying Sejak Dini

Simon menjelaskan, dalam perjalanannya LPHD Pigapu telah menyusun rencana kerja 10 tahun yang salah satu tugasnya adalah membentuk kelompok-kelompok usaha perempuan dan generasi muda yang memanfaatkan setiap potensi komoditas lokal secara berkelanjutan bagi peningkatan ekonomi.

Salah satu kelompok usaha yang terbentuk adalah kelompok usaha ekowisata mangrove Apiriyu yang sejak dibentuk telah memanfaatkan potensi kearifan budaya masayarakat adat Suku Kamoro khususnya Kampung Pigapu, keanekaragaman hayati, dan panorama alam.

“Beberapa paket wisata yang ditawarkan adalah wisata mancing mania, wisata edukasi mangrove, wisata berburu kepiting dan tambelo, wisata sejarah dan wisata kuliner,” sebut Simon.

Kemudian kata Simon, di lain pihak, Pemerintah Kabupaten Mimika telah melakukan upaya pengembangan pariwisata Mimika dengan menyusun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan dan telah disahkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Mimika No. 7 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Mimika.

Pada dokumen RIPARDA Kabupaten Mimika telah ditetapkan 17 wisata alam dan salah satunya adalah wisata alam berburu di Kampung Pigapu.

Dia bilang, secara harfiah pengertian wisata berburu merupakan wisata yang dilakukan di suatu wilayah atau daerah yang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau biro perjalanan.

Dari hasil kajian ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan yang dilakukan Yayasan Ekologi Sahul Lestari pada Tahun 2022 di Kampung Pigapu, ditemukan tingkat ekploitasi yang cukup tinggi terhadap perburuan satwa liar yang diperdagangkan khususnya burung paruh bengkok yang bernilai ekonomi bagi masyarakat karena memiliki peminat yang cukup tinggi.

Selain itu aktifitas berburu yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat yang hobi menembak juga sering ditemukan di sepanjang jalan raya dan pinggiran hutan wilayah Kampung Pigapu.

Baca Juga :  Nurhaidah Nawipa Pimpin 8 Istri Bupati Papua Tengah Tuntaskan PR Fondasi Pendidikan

Hal itu tentunya menjadi dilema karena secara khusus wilayah tersebut belum memiliki ijin sebagai wilayah wisata perburuan yang ditetapkan serta mengakibatkan penurunan kuantitas beberapa jenis satwa.

Melihat kondisi dimaksud maka Yayasan Ekologi Sahul Lestari melalui program pengembangan ekowisata mangrove melakukan integrasi kebijakan rencana dan program (KRP) pengembangan Ekowisata Mangrove Pigapu berdasarkan penetapan Wilayah Perhutanan Sosial Hutan Desa sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.10880/MNLHKPSKL/PSL.0/12/2019 bersama dengan penetapan wisata berburu Kampung Pigapu sesuai amanat Perda nomor 7 Tahun 2023 tentang RIPARDA Kabupaten Mimika.

Oleh karena itu, Yayasan Ekologi Sahul Lestari dengan dukungan pendanaan Packard Foundation melakukan kemitraan dengan berbagai pihak di setiap level untuk membantu pemetaan potensi Ekowisata Mangrove Pigapu, membentuk Lembaga Pengelola Ekowisata, serta melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemandu wisata bagi kelompok Apiriyu sebagai pengelola destinasi Ekowisata Mangrove Pigapu.

Sementara Ketua Kelompok Usaha Ekowisata Mangrove Apiriyu, John Maikel Mapareyauw, mengaku peningkatan kualitas SDM dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khsusunya kelompok usaha Ekowisata Mangrove Apiriyu. Terutama, pelatihan tentang pemandu wisata.

“Iya, ini bermanfaat bagi kami untuk mengelola potensi yang ada di kampung kami (Pigapu),” ujar John.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, melalui Staf Seksi Promosi, Bidang Pariwisata, Fredik Wabiser, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.

Kata dia, melihat potensi yang ada di Kampung Pigapu, pihaknya akan membentuk tim guna melakukan survei untuk memetakan spot-spot apa saja yang bisa dikembangkan.

“Kami berencana jika masterplannya cepat selesai, akan kita laporkan ke pusat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung
Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda
DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan
Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki
Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang
40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut
Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP
Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:23 WIT

Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:43 WIT

Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:24 WIT

DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:34 WIT

Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:49 WIT

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT