MIMIKA – Komitmen untuk mendorong perkembangan seni dan kreativitas anak muda di Mimika kembali mendapat angin segar. Anggota Komisi III DPRK Mimika, Dominggus Kapiyau, menghadiri undangan Forum Musisi Mimika (FOMIKA) dalam sebuah pertemuan hangat di Sekretariat FOMIKA, Jalan Malcon, Rabu (1/4/2026) siang.
Kehadiran Dominggus disambut meriah dengan tarian seka khas Suku Kamoro, sebagai simbol penghormatan sekaligus semangat kebersamaan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan dan diskusi terbuka antara pengurus FOMIKA dan tamu undangan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut, para pengurus FOMIKA menyampaikan sejumlah aspirasi strategis terkait pengembangan organisasi dan pembinaan musisi lokal di Mimika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dominggus Kapiyau menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran FOMIKA sebagai langkah positif dalam merangkul generasi muda, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, untuk mengembangkan bakat di bidang musik dan seni.
“Forum ini sangat terbuka dan punya tujuan yang jelas, yaitu membina anak-anak muda agar bisa mencipta lagu, bermain musik, baik modern maupun tradisional. Ini sangat baik untuk masa depan mereka,” ujar Dominggus.
Ia menambahkan, FOMIKA tidak hanya menjadi wadah latihan musik seperti gitar, drum, bass, dan electone, tetapi juga ruang pembentukan jati diri generasi muda Papua agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait, sangat dibutuhkan agar forum ini dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Harapannya, ada perhatian dari pemerintah, terutama dinas terkait seni dan budaya, sehingga forum ini tidak hanya berjalan, tapi juga berkembang dan dikenal luas,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan awal, Dominggus turut memberikan bantuan kepada FOMIKA. Ia menyebut bantuan tersebut sebagai “peletakan dasar” untuk memotivasi para anggota agar terus berkembang.

Lebih lanjut, ia juga mendorong pemerintah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh sanggar seni dan komunitas musik di Mimika, tanpa terkecuali.
“Kalau bisa, jangan hanya satu kelompok saja yang diperhatikan. Semua sanggar harus diberi ruang untuk tampil, menunjukkan bakat dan talenta mereka,” tegasnya.
Dominggus juga berpesan kepada pengurus FOMIKA agar menjaga soliditas organisasi dan mengedepankan komunikasi dalam setiap kegiatan.
“Harus tetap kompak, saling pengertian, dan koordinasi. Jangan ada konflik internal, supaya organisasi ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” pesannya.
Sementara itu, Ketua FOMIKA, Citra Kakiyai, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh anggota DPRK Mimika tersebut.
Ia menjelaskan bahwa FOMIKA hadir sebagai wadah bagi musisi lokal dan pelaku seni tari yang memiliki kerinduan untuk berkembang bersama serta memberikan dampak positif bagi generasi muda.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah agar anak-anak muda bisa lebih terarah ke hal-hal positif, sehingga dapat mengurangi aktivitas negatif di lingkungan,” ujarnya.

Citra juga menyebutkan bahwa FOMIKA saat ini masih dalam tahap awal pembentukan, termasuk proses legalitas organisasi yang tengah dipersiapkan untuk didaftarkan ke Kesbangpol.
Meski tergolong baru, FOMIKA telah menyusun berbagai program kegiatan, mulai dari aksi sosial hingga rencana event seni dan musik ke depan.
“Kami sudah mulai dengan kegiatan sederhana seperti pembagian takjil, dan dalam waktu dekat akan ada bakti sosial pembagian sembako. Ke depan, kami juga ingin membuat event musik agar wadah ini semakin dikenal,” jelasnya.
Ia berharap FOMIKA dapat menjadi gerakan jangka panjang yang tidak hanya bermanfaat bagi generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi berikutnya di Mimika.
Dengan semangat kolaborasi antara komunitas dan pemerintah, kehadiran FOMIKA diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya talenta-talenta muda Papua yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.



















